Tujuh OPD Sepakat Gotong Royong Tuntaskan Kemiskinan

Editor: Agus Sigit

SALATIGA, KRJogja.com – Tujuh organisasi pemerintah daerah (OPD) di Pemkot Salatiga dan beberapa instansi diluar pemerintahan menyatakan sepakat dan gotong royong menjalin kerjasama yang kuat dalam menuntaskan dan penanggulan kemiskinan di Salatiga.

Penandatanganan kesepakatan bersama percepatan penanggulan kemiskinan Salatiga berbasis terpadu ini dilakukan di rumah dinas Wali Kota Salatiga, antara Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Salatiga, Joko Wahono dengan tujuh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing, Kepala Dinas Sosial Gati Setiti, Kepala Dinas Kesehatan Siti Zuraidah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Eny Endang Surtiani, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Budi Prasetiyono, Kepala Dinas Pendidikan Yuni Ambarwati, Kepala Dinas Perdagangan Kusumo Aji, dan Kepala Dinas Koperasi Rochadi.

Dalam penanggulangan ini juga melibatkan stakeholder di luar OPD, terdiri beberapa pihak ketiga, PT Selalu Cinta Indonesia (SCI), Bank Jateng Cabang Salatiga, PT Tri Pilar Betonmas, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), dan Baznas Salatiga.

“Tujuan dari kesepakatan bersama dan perjanjian bersama adalah sebagai pedoman untuk mengintegrasikan berbagai program dan kegiatan percepatan penanggulangan kemiskinan berbasis terpadu. Agar pelaksanaan berjalan lancar dan wujud nyata dan komitmen dari para pihak dari kepala daerah dan stakeholder untuk mendukung percepatan penanggulangan kemiskinan,” tandas Asisten I, Joko Wahono.

Angka kemiskinan di Salatiga dari data terbaru di Badan Statistik Salatiga, sampai Maret 2020 sebanyak 9.069 ribu jiwa.mengalami kenaikan 8,40 persen. “Untuk data 2021 belum secara resmi dikeluarkan oleh Badan Statistik Salatiga,” kata Joko Wahono.

Walikota Salatiga, Yuliyanto menegaskan bahwa penduduk penduduk dalam kategori miskin juga mempunyai hak untuk hidup layak. Karena itu perlu adanya upaya peningkatan taraf hidup masyarakat sehingga kemiskinan di Kota Salatiga dapat ditekan. Upaya ini tidak dapat dilakukan hanya oleh satu dinas tapi akan lebih cepat jika keroyokan atau kerjasama antar dinas dan berbagai stakeholder. (Sus)

 

BERITA REKOMENDASI