Tukar Guling Tanah Bengkok di Brangsong Tidak Ada Penyimpangan

Editor: Ivan Aditya

KENDAL, KRJOGJA.com – Kepala Kejaksaan Negeri Kendal Ilham Samuda didampingi oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kendal Iman Khilman memberikan terkait pengaduan oleh kelompok warga Desa Brangsong yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Desa (JMPD) Brangsong, Kamis (23/04/2020). Akhir Maret lalu JMPD mendatangi Kantor Kejaksaan negeri Kendal mengadukan adanya korupsi Hasil Tukar Guling Tanah bengkok Desa Brangsong denganh PT Kawasan Industri Kendal (KIK) dan hibah sapi.

Berdasarkan aduan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan masyarakat Desa Brangsong tersebut sudah dilakukan pemeriksaan dokumen dan wawancara terhadap beberapa pihak yang terlibat dalam pengadaan tersebut diperoleh kesimpulan, bahwa proses tukar guling tanah Bengkok Desa Brangsong dengan PT KIK (Kawasan Industri Kendal) sampai dengan saat ini kami tidak menemukan adanya penyimpangan baik dalam proses maupun administrasinya.

“Proses yang dilakukan antara Pemerintah Desa Brangsong dengan membentuk tim yang beranggotakan tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua BPD, Karang Taruna dan perangkat desa bersama dengan PT Kawasan Industri Kendal telah sesuai dengan yang tertuang dalam peraturan menteri dalam negeri nomor 1 tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset,” ujar Ilham.

Lebih lanjut dikatakan dari 12 tanah bengkok Desa Brangsong dengan total luasan 35.500 meter persegi dengan nilai appraisal Rp 8,205 miliar telah disiapkan tanah penggaanti sejumlah 16 bidang dengan luasan total 45.678 meter persegi dengan nilai Rp 9,679 milyar. Selain 16 bidang tanah tersebut PT KIK menambah satu bidang lagi dengan luasan 4.050 meter persegi dengan nilai Rp 700 juta rupiah sehingga total tanah pengganti seluas 49.728 meter persegi dengan total nilai Rp 10,370 miliar.

BERITA REKOMENDASI