UKM Pramuka Unimus Lolos Hibah PHP2D 2 Tahun Berturut-Turut

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mendapatkan Program Hibah Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) dua tahun secara berturut-turut.

Ketua Tim PHP2D 2020 Nurohim kepada pers di kampus setempat, Selasa (12/10/2021) menyatakan tahun 2020 menyelenggarakan PHP2D yang berlokasi di Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Program hibah tersebut berjalan dengan sukses dan mendapatkan respon yang sangat baik.

Di tahun 2021 ini UKM Pramuka Unimus masih diberikan kesempatan lolos sebagai salah satu penerima hibah PHP2D Tahun 2021 ini dengan tema “Membangun Desa Ekonomi Mandiri Melalui Batik Eco-Printing dan Eco-Compost Di Desa Brakas Kabupaten Demak“.

Ketua Tim PHP2D UKM Pramuka Tahun 2021 Agus Imam menyampaikan kegiatan ini merupakan program Kemendikbudristek untuk pemberdayaan masyarakat melalui organisasi mahasiswa yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang berada di perguruan tinggi.

“Program ini menjadikan mahasiswa sekaligus mengadopsi mata kuliah Entrepreneurship Kimia yang dipelajari dari bangku kuliah untuk mendukung keberhasilan kegiatan. Adapun bentuk program kegiatan PHP2D UKM Pramuka Unimus dari bulan Agustus hingga November 2021 meliputi sosialisasi kepada PKK Desa Brakas dan Karangtaruna terkait dengan eco-printing dan pembuatan pupuk eco-compost dari limbah daun eco-printing, membentuk UMKM batik eco-printing dan pupuk eco-compost di Desa Brakas. Juga melakukan pelatihan pembuatan batik eco-printing dari dedaunan alami dan pembuatan pupuk eco-compost dari daun limbah eco-printing, melakukan sosialisasi kepada masyarakat Desa Brakas terkait pemasaran dan pendampingan pembuatan batik eco-printing dan pupuk eco-compost” ujar Agus Imam.

Sementara ini, salah seorang peserta pelatihan, Agustini Rahmawati, mengakui mendapat banyak manfaat. Misalnya, kini anggota PKK mendapat pengetahuan dan dapat membuat batik ecoprinting dan compost secara mandiri. Harapannya mereka dapat memproduksi lebih banyak batik ecoprinting dan eco-compost dan memasarkan dengan jangkauan yang luas. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI