UKSW Salatiga Bina Tata Kelola Keuangan dan Pembukuan Enam BUMDes

Editor: Ivan Aditya

SALATIGA, KRJOGJA.com- Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UKSW Salatiga melalui program Milenial Desa, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat membina soal tata kelola keuangan dan pembukuan terhadap 6 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah Kabupaten Semarang. Keenam BUMDes ini adalah, BUMDes Bergas Mandiri Desa Bergas Kidul Kecamatan Bergas, BUMDes Samirono Mandiri Desa Samirono Kecamatan Getasan, BUMDes Bangun Jaya Kesongo Desa Kesongo Kecamatan Tuntang. Kemudian juga dilakukan di BUMDes Agung Lestari Desa Jombor Kecamatan Tuntang, BUMDes Sembada Desa Desa Watuagung Kecamatan Tuntang dan BUMDes Maskumambang Desa Kemambang Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang

Ketua Departemen Akuntansi FEB UKSW Salatiga, Prof Theresia Woro Damayanti, menjelaskan, pengembangan desa saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah. ‘Kue’ pembangunan yang sebelumnya berkutat di pusat baik pusat Kabupaten ataupun pusat kota, saat ini lebih diratakan ke wilayah desa.

Salah satu cara untuk mengelola ekonomi masyarakat desa adalah dibentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes, yang merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial (social institution) dan lembaga komersial (commercial institution), ” jelas Woro Damayanti dalam rilis, Selasa (21/12/2021).

Pengabdian dilakukan karena masih terdapat beberapa masalah dalam pengelolaan BUMDes. Salah satunya pada masalah pembukuan dan pengelolaan keuangan.

Dengan kegiatan Milenial Desa ini, BUMDes mitra FEB bisa melakukan pengelolaan akuntansi dan keuangan secara mandiri. Mengetahui kinerjanya yang menjadi basis pengembangan usaha ke depan, sehingga BUMDes bisa menjadi pusat pengembangan perekonomian desa.

Dikatakannya, penyelenggaraan pengabdian masyarakat Milenial Desa ini mendapat bantuan dari sumber Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2021, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. “Kami melibatkan tim terdiri 3 mahasiswa dan 4 dosen, ” katanya. (Sus)

BERITA REKOMENDASI