Ulama Perempuan Kuatkan Islam Moderat

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG (Krjogja.com) – Ulama perempuan bertekat menjaga keutuhan NKRI. Hal itu dirumuskan dalam halaqoh ulama perempuan se Jawa, di Hotel Aston Semarang yang berakhir, Kamis (29/3/2018). Ada delapan butir sikap yang disampaikan, dibacakan Nyai Kamila Hamidah, pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Al Kautsar Kajen Pati pada konferensi pers.

Ditegaskan, berdirinya Indonesia tak lepas dari peran ulama. Jejaring ulama dan agawaman mampu menyatukan seluruh kelompok masyarakat serta membentuk konsensus bersama melawan kolonialisme dan membentuk negara berdaulat. “Inilah yang harus kita hormati bersama,” tegas Nyai Kamilah.

Segenap ulama perempuan menganggap perlu mengedepankan prinsip-prinsip Islam dalam menjalankan amaliyah keagamaan, dengan menjaga perbedaan-perbedaan cara pandang agama sebagaimana madzhab ahlussunah wal jama’ah.

Selain itu, memperkuat paham Islam moderat, sebagai kekuatan Islam nusantara yang memiliki ragam budaya, sosial dan ideologi. Dengan Islam moderat, NKRI akan tetap kokoh berdiri sebagai negara yang plural, menghargai segala bentuk perbedaan.

Selain itu perlu diperkuat pula jaringan ulama perempuan dalam upaya edukasi pencegahan tindak radikalisme dan terorisme di daerah masing-masing. Sebab radikalisme dan terorisme yang masuk ke ranah generasi muda ikut mengancam kesatuan negara.

Ulama pertempuan juga meneguhkan pentingnya toleransi beragama sebagai pilar penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Meneguhkan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-undang Dasar 1945 sebagai ideologi bangsa yang tak tergantikan dan terus mendorong pelaksaannya di tengah masyarakat.

Menjaga persaudaraan lahir dan batin di tahun politik. Perbedaan pilihan bukan satu-satunya cara untuk memutus tali silaturrahmi. Maka kedewasaan berpolitik bagi ulama perempuan menjadi sangat penting.

Berikutnya, menolak segala bentuk berita bohong (hoax) dan menghentikan segala cara ujaran kebencian, sebagai solusi menghentikan fitnah yang memecah belah bangsa. Juga meminta kepada wakil rakyat untuk menjaga harga diri dengan berucap dan bersikap dengan sopan dan beradab.

Nyai Jauharotul Farida, Pengasuh Pondok Pesantren Thariqah Mu'tabarah Semarang yang juga Kepala Pusat Studi Gender dan Anak UIN Walisongo Semarang menambahkan, Indonesia sebagai negara yang kaya keanekaragaman tidak boleh bubar. "Kami siap menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI" tegasnya. (Isi)

BERITA REKOMENDASI