Undip Terima Kembali 4.380 Mahasiswa KKN

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com – Sejumlah 4.380 mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) tim II/2021 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang kembali ke kampus. Pemerimaan ini dipimpin langsung oleh Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum melalui daring.

Rektor Universitas Diponegoro Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum menyatakan dalam situasi pandemi Covid-19 ini ibarat badai atau tsunami yang menerjang bangsa Indonesia. Situasi ini seluruh warga, termasuk mahasiswa KKN harus berhati-hati.

KKN selain bagian dari pengabdian masyarakat, yang lebih penting banyak mengajarkan banyak hal bagi mahasiswa. Perguruan tinggi tidak hanya mencetak manusia berilmu pengetahuan, tetapi mencetak manusia berkepribadian dan memiliki nilai kemanusiaan.

“Seperti rasa welas asih pada sesama, rasa toleransi pada warga masyarakat, merasakan penderitaan masyarakat, serta rasa peduli pada sesama,” ungkap Yos Johan saat penerimaan mahasiswa KKN Undip di Semarang, Kamis (12/8/2021).

Selain itu,tambah Rektor, ada pelajaran seperti leadership, interpreneurship yang ada pada KKN. Serta bagaimana menyelesaikan permasalahan di lapangan dan mahasiswa mengetahui permasalahan lapangan, dan masyarakat yang ada.

Sementara itu Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undip Prof Dr Jamari ST MT menyatakan situasi pandemi Covid-19 ini bukan hal yang biasa-biasa saja.

“Setiap minggu kami minta agar mahasiswa melaporkan situasinya, apakah dalam kondisi baik-baik saja?,” ujarnya.

Ketua Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) Unidp Fahmi Arifan ST MEng menyatakan situasi pandemi Covid-19 ini memang menjadi keprihatinan kita bersama. “Untuk itu mahasiswa KKN terus menjaga standar protokol kesehatan seperti menggunakan masker double (berlapis), mentaati 5M dan 1D (doa). Ini merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk melaksanakan tugas Tri Dharma dan menekan penyebaran Covid19,” ungkapnya.

P2KKN selalu mewanti-wanti mahasiswa KKN untuk menjaga keselamatan terhindar dari Covid19, ini menjadi prioritas utama. Lebih baik melakukan kegiatan secara daring daripada bertatap muka meskipun dalam lingkungan domisili mahasiswa. “Alhamdulillah, mahasiswa KKN selamat dari Covid-19 seluruhnya dalam kondisi sehat dan selamat,” ujarnya.

Lebih lanjut menurut Fahmi Arifan ST MEng adapun kegiatan pengabdian masyarakat ini di antaranya pemberdayaan keluarga atau masyarakat di lingkungan tempat tinggal yang sesuai dengan SDGs (Sustainabel Development Goals), pemberdayaan UMKM, tema bidang kesehatan, sains teknologi, teknologi informasi, teknologi industry, pertaninan, perikanan dan peternakan, sosial hukum, agroteknologi.

“Serta agrobisnis yang akan menghasilkan berbagai luaran antara lain teknologi tepat guna, video kegiatan, media penyuluhan, prototype alat, policy brief, peningkatan UMKM di masa pandemi Covid19, pengurusan PIRT, merk atau nama dagang, dan masih banyak lagi,”(Sgi)

BERITA REKOMENDASI