Undip Terjunkan 4.830 Mahasiswa KKN Pulang Kampung

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com – Universitas Diponegoro (Undip) menerjunkan 4.830 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui program Tim II tahun 2021, Rabu (30/6/2021).

Para mahasiswa yang diterjunkan ini tersebar di 166 kota/kabupaten di 28 provinsi di Indonesia. Mahasiwa ini melakukan kegiatan KKN di sekitar tempat tinggalnya dari 30 Juni hingga 12 Agustus 2021 mendatang.

Kepala Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) Undip, Fahmi Arifan ST MEng menyatakan KKN Pulang Kampung ini merupakn KKN ke tiga kalinya sejak pandemi Covid-19. “TIdak terasa kita sudah ketiga kalinya menyelenggarakan KKN Pulang Kampung. Tentunya kita berharap dapat melaksanakan KKN seperti biasa, dan semoga pandemi Covid-19 dapat segera berlalu,” ungkap Fahmi saat sambutan penerjunan KKN Undip yang dilaksakan secara daring ini.

Dalam suasana pandemi Covid-19 ini diharapkan mahasiwa yang terjun di tengah masyarakat dapat menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik. “Saya mengingatkan meskipun berikhtiar menyelesaikan tugas perkuliahan, kita perlu untuk menjaga kesehatan dan melakukan tertib protokol kesehtan dan taati 5M,” ujarnya.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undip Prof Dr Jamari ST MT mengingatkan bahwa mata kuliah termauk KKN bisa dilakukan remidi (mengulang) tapi kesehatan tidak bisa dilakukan remidi. “Maka saya berpesan agar mahasiswa mengutamakan keselamatan dan kesehatannya, jangan gegabah untuk mengejar nilai mata kuliah. Alangkah baiknya lakukan koordinasi dengan dosen pembimbing jika ada kendala,” ungkapnya.

Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum mengingatkan agar mahasiswa dapat melaksanakan KKN sebaik-baiknya. Serta dapat melaksanakan apa yang dianjurkan oleh pemerintah dengan mentaati aturan yang berlaku.

“Ikuti aturan yang dianjurkan oleh pemerintah dan yang dianjurkan oleh para ahli. Mari kita tundukkan diri kita dengan mengikuti protokol kesehatan, vaksin, tidak bergadang dan menjaga imunitas. Karena saat ini banyak anak muda yang terkena Covid-19,” ungkapnya. (sgi)

 

 

BERITA REKOMENDASI