Unika adakan Wisuda Secara Virtual yang Ke-IV selama Pandemi

“Mereka yang diwisuda dalam masa pandemi ini sebenarnya orang-orang yang hebat dan menang, karena  berhasil mengatasi masalah-masalah yang muncul pada tahun ini,” ucap Prof Ridwan.

Para wisudawan, ujar Prof Ridwan, secara mengejutkan dihadapkan pada kondisi harus berpindah dari luring ke daring. Biasanya bimbingan bisa ketemu dengan pembimbingnya di meja ruangannya, tapi sekarang ini harus di depan layarnya, kemudian juga biasanya bisa berkegiatan dengan teman-temannya di area kampus tetapi sekarang perjumpaan dengan teman-temannya hanya menggunakan ruang virtual.

“Semua hal tersebut bisa dijalani, karena kehebatan mereka dalam mengatasi masalah. Para wisudawan ini memang pantas diapresiasi dan merupakan generasi yang bisa menembus batas.  Mereka yang lulus pada masa pandemi ini, saya yakin mereka mempunyai kelincahan, juga passion yang dijalankan secara terus menerus secara tersistem, sehingga mereka bisa mendapatkan kelulusannya melalui wisuda kali ini,” ujar Prof Ridwan.

Tidak hanya didukung dengan teknologi Face Tracking Animation dan Augmented Reality  saja dalam acara wisuda virtual Unika ke-IV ini, tetapi ternyata panitia wisuda yang diketuai Kepala Biro Administrasi Akademik Unika B Lenny Setyawati SS MIKom juga memfasilitasi bagi para wisudawan yang akan menggunakan photobooth yang disediakan oleh panitia, sebagai wujud kecintaan Unika kepada para mahasiswa utamanya kepada para wisudawan.

 

“Dalam wisuda virtual kali ini, kami juga menyediakan 10 template di lokasi-lokasi yang ngehits atau populer di kalangan para mahasiswa Unika,” ujar B Lenny.

 

Dalam template itu juga ada gambar Prof Ridwan dan Wakil Rektor I Cecilia Titiek Murniati MA PhD yang bisa digunakan untuk berfoto bersama menggunakan snapchat.

 

Sementara itu Wakil Rektor I (Bidang Akademik) Unika Dra Cecilia Titiek Murniati MA PhD juga menyampaikan lulusan Unika Soegijapranata tiap tahun sekitar 1.500 lulusan, dan berdasarkan hasil tracer studi alumni Unika Soegijapranata dari tahun 2018 diketahui sekitar 85 % lulusan bisa bekerja sesuai dengan bidang studi yang dipelajari.

 

Di sisi lain WR I Unika ini juga menyampaikan Agustus 2021 Soegijapranata Catholic University (SCU) atau sering disebut SCU College di BSB City Semarang akan memulai perkuliahan dengan bahasa Inggris secara natural dan mata kuliah juga dikemas agar para mahasiswa bisa menjadi manusia seutuhnya atau Whole Person Education.

Disamping itu dari Innovative Program Cluster (IPC) akan ada dua program baru yaitu Digital Accounting dan Food for Beauty and Wellness.(sgi)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI