Unika Bekerja Sama dengan APTIK Selenggarakan Academic Recharging

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, KRJOGJA.com – Unika Soegijapranata bekerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyelenggarakan Webinar dan Workshop Academic Recharging dengan topik “Contextual Learning in Andragogy”, yang diikuti oleh sekitar 228 peserta perwakilan dari masing-masing perguruan tinggi yang tergabung dalam APTIK, Kamis (25/11/2021).

Dalam sambutannya, Rektor Unika Soegijapranata sekaligus Koordinator Jaringan Pembelajaran APTIK Dr Ferdinandus Hindiarto SPsi MSi menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan Academic Recharging.

“Acara Academic Recharging yang diselenggarakan ini, merupakan kesempatan belajar kembali bagi para pendidik di lingkungan APTIK walau para pendidik sudah cukup lama mengajar dan memiliki pengalaman di dalamnya. Tetapi meski demikian, ternyata para pendidik masih memerlukan penyegaran kembali agar kompetensi sebagai pendidik dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan tinggi. Hal tersebut muncul dalam tanya jawab ketika para peserta ditanya tentang motivasi mengikuti kegiatan webinar dan workshop Academic Recharging”papar Dr Ferdinand.

Dalam penjelasannya, Dr Ferdinand menegaskan bahwa dalam prinsip andragogy, seseorang yang sudah dewasa harus mengetahui alasan mengapa dia harus belajar. Sehingga diharapkan jika para mahasiswa sudah memahami alasan kenapa dia harus belajar, maka akan menimbulkan motivasi, lanjutnya.

Sedang terkait tema tentang Contextual Learning, maka para pendidik diharapkan pula dapat mempelajari bagaimana belajar dalam konteks sebagai mahasiswa dan bukan sebagai pendidik. Sehingga dengan demikian para pendidik akan mendapatkan roh baru meski pembelajarannya mungkin masih dilakukan secara online.

Adapun narasumber yang memaparkan materinya dalam kegiatan Academic Recharging ini adalah Prof Dr Anita Lie MA EdD dan Dr Titik Kristiyani MPSi, yang banyak membahas tentang Andragogy maupun Contextual Learning.

“Dunia yang mengalami perubahan, berdampak pula pada proses pembelajaran dalam dunia pendidikan. Artinya belajar itu harus sepanjang hayat, dan bukan hanya di dalam kelas tetapi juga di luar kelas, serta dalam situasi yang riil juga,” ucap Prof Anita Lie.

Selain itu relevansinya juga masih berkaitan dengan program MBKM atau Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang didalamnya mewajibkan belajar di luar kampus selama dua semester dan satu semester di luar prodi. Maka sudah tepat sekali jika Academic Recharging ini memilih tajuk Andragogy.

“Terlebih sebagai seorang pendidik, esensinya adalah kita mengalami proses penemuan diri sebagai seorang pendidik melalui diri kita dan disiplin yang kita ajarkan, sehingga akhirnya kita bisa menemukan diri kita dan juga menemukan siapa anak didik kita atau para pembelajar kita, serta akan menemukan pula bidang studi kita. Dan apabila semua itu kita satukan dan masuk dari sisi spiritualitasnya, maka kita akan menemukan Tuhan dalam profesi kita” tandasnya.

Sedang Dr Titik Kristiyani, mengulas tentang Contextual Teaching and Learning dalam pembelajaran di perguruan tinggi.

“Contextual Teaching and Learning bertindak dengan cara yang alami atau sudah in line sesuai dengan kodrat manusia, sesuai dengan perkembangan kognitifnya. Jadi ada saling keterkaitan (interdependensi) antara pembelajar dengan pembelajar yang lain, pembelajar dengan pengajar, pembelajar dengan lingkungan. Serta ada pula diferensiasi atau mencari sesuatu yang membedakan antara satu dengan yang lain, dan yang tak kalah pentingnya adalah regulasi diri” ujar Dr Titik. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI