Unika Donasi Korban Tanggul Jebol di Semarang

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, KRJOJA.com – Perhatian dan kepedulian Unika Soegijapranata terhadap korban tanggul rob yang jebol, tidak hanya memberikan donasi berupa bahan makanan saja yang sebelumnya disalurkan ke Kelurahan Kemijen.

Tetapi berlanjut mengirimkan paket sembako yang langsung didistribusikan ke daerah lain yang juga terdampak yaitu daerah RW 14 dan RW 15 desa Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara.

Ketua Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Unika Segijapranata Rudi Elyadi SE MM menyampaikan Selasa (31/5) ada beberapa mitra KKN Pandemika Unika yang terdampak, di daerah bencana yang beberapa waktu lalu terjadi.

“Atas pesan yang disampaikan oleh Rektor Unika Soegijapranata Dr Ferdinandus Hindiarto SPsi MSi, kita diminta untuk segera mengirimkan bantuan bagi warga yang terdampak, baik Kelurahan Kemijen maupun Kelurahan Tanjung Mas” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan pula, Unika Soegijapranata dengan program kerjasama yang dibangun sejak lama terkait penyelenggaraan KKN Pandemika dengan beberapa daerah di Kota Semarang, sudah selama dua minggu berjalan dan kebetulan terjadi bencana di daerah binaan Unika tersebut, maka Unika juga mendistribusikan bantuan ke daerah tersebut supaya dapat meringankan beban saudara kita yang terdampak bencana.

“Kali ini kita kirimkan paket sembako terbatas yang berjumlah 100 paket sembako, yang harapannya dapat didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak dalam jangka pendek. Dan mudah-mudahan tanggul yang jebol ini bisa segera diatasi oleh pemerintah, sehingga masyarakat bisa beraktifitas kembali seperti sediakala, ” ucapnya.

Sementara itu Ketua RW 15 Desa Tambak Lorok Slamet Riyanto, merespon bantuan paket sembako Unika Soegijapranata dengan rasa syukur dan terima kasih karena meringankan beban warga di sekitar Tambak Lorok.

“Pada dasarnya kami sehari-hari ibaratnya sudah seperti bersahabat dengan rob laut, namun bencana kemarin tampaknya di luar dugaan kami, sebab tanggul penahan gelombang laut jebol dan terjadinya saat dini hari sehingga banyak warga yang tidak siap menghadapi besarnya luapan air laut yang terjadi mendadak, ” jelasnya.

Saat ini meski tanggul sudah ditutup, ujarnya, namun pihak Pemkot dan tim SAR masih memikirkan bagaimana supaya air laut yang masih setinggi lutut ini bisa diatasi dan dikeringkan, karena masih belum bisa untuk beraktifitas dan mesin-mesin masih terendam semuanya.

“Di tempat rumah kami saja, untuk mengeringkan dan membersihkan lantai butuh waktu tiga hari lamanya, karena luapan air juga mengandung lumpur sehingga agak sulit dan butuh waktu lama untuk membersihkannya,” ungkap Slamet.

Selain itu, yang ditakutkan adalah gelombang air pasang, karena ada sekitar 14 warga yang rumahnya berdampingan dengan laut.

Terkait bantuan yang diberikan Unika, pihaknya mengucapkan terima kasih, sebab bagi mahasiswa KKN Pandemika, Tambak Lorok menjadi rumah kedua mereka. Dan RW yang dipimpinnya sudah bekerja sama dengan Unika sejak lama, selain itu desa Tambak Lorok juga dicanangkan oleh PresidenJoko Widodo sebagai daerah wisata bahari Tambak Lorok, makanya diharapkan sarana prasarananya bisa segera dibangun.

“Kami juga mempersiapkan anak-anak sekolah supaya meningkat kualitas pendidikannya dengan dibantu oleh adik-adik yang KKN di sini, baik KKN dari Unika maupun dari perguruan tinggi lain. Contoh konkritnya, sekarang di tempat kami sudah ada pondok baca yang dikelola oleh para remaja setempat bersama para mahasiswa Unika” tambahnya..

Ketua RW berharap di masa mendatang tidak ada lagi bencana, sehingga aktifitas masyarakat bisa kembali normal, karena Pemkot sudah musyawarah bahwa di sekitar Tambak Lorok akan dikelilingi tanggul sea-belt penahan gelombang, dan tahun ini diharapkan bisa terwujud. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI