Unika Soegijapranata bersama Marimas Luncurkan Festival Guru Transformatif

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com- Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang didukung PT Marimas Putera Kencana secara resmi meluncurkan kegiatan Festival Guru Transformatif dengan tema besar “Guru Transformatif untuk Siswa Adaptif”, Sabtu (27/11/2021) sore.

Peluncuran kegiatan dilanjutkan dengan press conference yang dihadiri Rektor Unika Dr Ferdinand Hindiarto SPsi MSi, Wakil Rektor Bidang Bidang Kerjasama dan Pengembangan Bisnis Dr R Probo Yulianto Nugrahedi STP MSc dan 2 pejabat perwakilan PT Marimas, Marketing Manager Vonny Pujiastuti dan Manager Humas & CSR Lantip Waspodo.

Festival ini terdiri dari rangkaian acara perlombaan untuk para guru yang dimulai pada akhir bulan November 2021 ini hingga puncak acara pada bulan Mei 2022. Total hadiah yang akan didapatkan oleh para pemenang adalah Rp 35 juta/kategori, dan juara pertama pada setiap kategori akan mendapatkan beasiswa secara penuh untuk menempuh kuliah jenjang S2 di Unika Soegijapranata (atau bisa dihibahkan ke orang lain).

Rektor Unika Soegijapranata Ferdinand Hindiarto mengatakan melalui kegiatan festival ini Unika Soegijapranata bermaksud memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi para guru yang telah melakukan gerakan perubahan dalam ruang-ruang kelas dan memberi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi para siswa. Harapannya, gerakan-gerakan perubahan yang telah dipraktikkan oleh para guru ini sekaligus dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk diterapkan di sekolah-sekolah mereka.
Ferdinand juga mengatakan guru sebagai pemimpin pembelajaran di kelas adalah sosok agent of change yang dibutuhkan masyarakat guna mempersiapkan siswa menjadi manusia yang adaptif. Mengingat, dunia yang saat ini dan kelak dihadapi siswa adalah dunia yang terus berubah dan sulit diprediksi. Maka inisiatif perubahan yang dilakukan oleh para guru di dalam kelas ini penting untuk diseminasikan kepada publik secara luas karena berpotensi memunculkan efek perubahan yang berada di luar ruang-ruang kelas pula.

Sasaran peserta dari festival ini adalah para guru yang mengabdi di sekolah-sekolah yang berada di seluruh daerah di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. “Kami memberikan kesempatan luas kepada guru SD/sederajat, SMP/sederajat, SMA/K/sederajat, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang telah mengajar sekurang-kurangnya selama empat tahun untuk menjadi peserta dalam festival ini,” kata Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Bisnis Robertus Probo Yulianto.

Pada praktiknya, lanjut Probo, setiap peserta akan diminta untuk membagikan pengalaman terbaik mereka dalam melakukan transformasi pendidikan di tempat mereka masing-masing. Pengalaman terbaik tersebut dapat berupa karya kreatif, inovatif, serta metode dan desain pembelajaran yang telah diimplementasikan.

Harjanto Halim selaku CEO PT Marimas Putera Kencana menyampaikan bahwa Marimas siap mendukung Festival Guru Transformatif.

“Menjadi guru yang baik adalah menjadi murid yang baik”, pesan Halim kepada para guru, terutama para guru yang akan mengikuti ajang festival guru transformatif.

Festival Guru Transformatif ini akan dilakukan melalui beberapa tahapan. Ketua Panitia Bonifacio Bayu Senasaputro mengatakan tahap pertama peserta akan diminta mengirimkan karya tulis mengenai gerakan perubahan yang sudah dilakukan. Ini adalah seleksi paling awal untuk menentukan karya-karya siapa yang terbaik untuk didiseminasikan ke publik.

Peserta yang lolos tahap ini akan masuk pada tahap berikutnya yaitu mempraktikkan langsung di dalam kelas dengan disaksikan oleh juri. Menurut Boni pada tahap kedua ini juri dan tim panitia akan berbagi tugas untuk mengunjungi lokasi sekolah dari setiap peserta yang lolos.

“Hasil dari kunjungan ini adalah video-video praktik kegiatan di kelas yang rencananya akan kami unggah pada situs guru.unika.ac.id dan situs Marimas. Jadi, siapapun nanti dapat melihat langsung bagaimana guru mempraktikkan gerakan perubahan di sekolah masing-masing,” lanjut Boni.

Sebanyak 12 peserta terbaik (tiga peserta dari setiap kategori) kemudian akan diundang ke Semarang untuk mengikuti tahap akhir dari festival. Pada tahap terakhir ini peserta akan diminta untuk mempraktikkan gagasan mereka pada sekolah-sekolah di Semarang yang sudah dipilih oleh panitia. Kemudian keesokan harinya peserta akan menjalani uji publik dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar pendidikan secara umum dari para juri. Juri pada tahap final ini adalah para tokoh publik yang berkarya di pendidikan.(sgi/cha)

BERITA REKOMENDASI