Unimus Miliki Wakil Rektor Baru

SEMARANG,KRJOGJA.com- Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Prof Dr Masrukhi MPd melantik 3 wakil rektor Unimus periode 2019-2023 di kampus setempat Rabu (23/10/2019) disaksikan Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad MSc PhD, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unimus Widadi SH beserta sejumlah anggota BPH Unimus, dan pimpinan sejumlah perbankan mitra Unimus.

Wakil Rektor I (Bidang Akademik dan Al Islam Kemuhammadiyahan) dijabat Dr Budi Santoso SKM MSi Med (Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan) menggantikan Dr Sri Darmawati Msi, WR II (Bidang Keuangan dan Kepegawaian) Dr Hardiwinoto MSi (Dekan Fakultas Ekonomi) menggantikan Dr Ns Sri Rejeki Mkep SpMat, dan WR III (Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama) Dr Samsudi Raharjo MM MT (menjabat kembali untuk periode kedua).

Kepada para wakil rektor baru, Rektor berharap mereka segera bekerja cepat, keras, iklas serta selalu berkonsultasi dengan para “wakil rektor senior” (wakil rektor periode sebelumnya) demi kemajuan Unimus dan persyarikatan Muhammadiyah. Mereka juga harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan jaman yang semakin maju serta kompleks, begitu pula tantangan perguruan tinggi semakin kompleks pula.

Sementara itu Prof Lincolin Arsyad MSc PhD pada pengarahnya menyampaikan tiap masa punya tantangan yang berbeda karena selalu  terjadi perubahan di dalamnya. Kerja keras diperlukan para wakil rektor baru dan suka tidak suka harus selalu mengembangkan kurikukulum agar bisa selaras dengan perkembangan jaman.

“Kurikulum baru nantinya akan menekankan pada IT based curriculum dan online learning. Presiden melalui Menristekdikti Prof Nasir sudah meminta perguruan tinggi mengembangan perkuliahan jarak jauh atau online untuk peningkatan angka partisipasi kasar serta sebagai jawaban tuntutan jaman. Di bawah meneteri yang baru ini, permintaan Presiden besar kemungkinan semakin dipercepat. Perguruan tinggi Muhamamdiyah sudah siap dengan kurikulum belajar jarak jauh, rencana 18 November mendatang saat Milad akan launching MOU (Muhammadiyah Online University). Saat ini sedang digodok kurikulum dan perangkat kerasnya dan perguruan tinggi Muhammadiyah sudah siap untuk itu” ujar Prof Lincolin.

Diakui oleh Prof Lincolin, bila online learning dipercepat maka tantangan dan kerja keras bagi perguruan tinggi di Indonesia, baik PTN maupun PTS. Di Indonesia saat ini belanja untuk IT di perguruan tinggi kurang dari 1 persen dari RAB padahal keinginan IT based curriculum dan online learning butuh belanja besar di IT.

 Nantinya pemerintah ingin semua sistem di perguruan tinggi bisa integrated sehingga bisa dikerjakan dan diakses dari mana saja dengan mudah. (sgi)

 

BERITA REKOMENDASI