Unnes Gelar Dimensi BIPA, Hadirkan Duber RI Al Busyra Basnur

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com- Jika kita berbicara tentang diplomasi, artinya kita juga berbicara tentang diplomasi kebahasaan sebagai misi menginternasionalkan bahasa.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Bahasa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi bagian dari diplomasi internasional. Sebagai bagian dari pengembang pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Pusat Kajian BIPA Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyelenggarakan Dialog Interaktif Malam Beresensi (Dimensi) bertajuk Mengawali Misi Diplomasi Bahasa di Afrika, Jum’at (14/1/2022). Kegiatan daring melalui zoom ini dilakukan setiap Jumat malam dan Dimensi kali ini merupakan seri yang ke-19.

Kegiatan yang dipandu oleh Ketua Pusat Kajian BIPA FBS Unnes Wati Istanti MPd ini menghadirkan Al Busyra Basnur sebagai narasumber. Sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Eithopia, Djibouti, dan African Union, Al Busyra Basnur membagikan pengalamannya terkait perkembangan Bahasa Indonesia dalam dunia diplomasi dan hubungan internasional.

Al Busyra menuturkan, setidaknya ada dua alasan seseorang belajar bahasa asing, yakni karena hobi atau kesenangan dan pertimbangan untuk kemajuan karir di masa depan. Hal tersebut yang memicu animo pemuda Ethiopia untuk belajar Bahasa Indonesia. Karenanya, pertukaran pemuda antar Indonesia dan Ethiopia diperlukan sebagai sarana untuk meningkatkan pengajaran Bahasa Indonesia di Ethopia.

“Untuk itu, KBRI Addis Ababa menyelenggrakan beberapa program untuk mendorong persatuan pemuda Indonesia dan Ethiopia, seperti Indonesia Afrika Infrastructure Dialogue (IAID), Indonesia-Ethiopia Student Correspondence Program (IESCOP), Indonesia Ethiopia Friendship Club (IEFC), dan Indonesia-Ethiopia Young Entrepreneurs Forum,” imbuhnya.

Dalam konteks ini, perlu dipahami bahwa mengajarkan Bahasa Indonesia di luar negeri perlu kolaborasi, bukan hanya dari BIPA, melainkan juga dari government actors dan non-government actors lainnya.
Selaras dengan itu, hubungan bilateral dalam bidang pendidikan antara Indonesia dan Ethiopia juga perlu dikembangkan dan ditindaklanjuti.

Setidaknya sudah ada 4 perguruan tinggi di Ethiopia yang menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia, yakni Bahir Dar University, Arba Minch University, Hawassa University, dan Harambee University.

“BIPA adalah bagian penting dalam penyelenggaraan diplomasi Indonesia di luar negeri, termasuk di Ethiopia. Untuk itu, saya berharap masyarakat Indonesia dapat memahamai updated version dan development Afrika pada saat ini,” pungkas Al Busyra Basnur.

Sementara itu pula Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes Dr Sri Rejeki Urip MHum menyampaikan dukungannya atas penyelenggaraan kegiatan rutin (Dimensi BIPA) tiap Jumat malam tersebut.

Dirinya berharap acara yang menampilkan banyak diplomat RI di luar negeri, para pengajar dan pegiat BIPA dalam maupun luar negeri, serta para pemuda asing yang pernah belajar bahasa Indonesia di negaranya ataupun pernah datang ke Indonesia ini bisa semakin bermanfaat bagi pengembangan BIPA di tanah air dan di luar negeri. Serta Pusat Kajian BIPA FBS Unnes menjadi salah satu centre of excellent (pusat unggulan) di Unnes. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI