Wakil Ketua DPRD Kendal Ancam Wartawan

KENDAL, KRJOGJA.com – Tindakan arogansi dan kekerasan dilakukan salah seorang Wakil Ketua DPRD Kendal kepada seorang wartawan Yakni dengan mengarahkan, mengintimidasi kerja pers serta mengancam akan melakukan tindakan kekerasan.

Wakil Ketua Dewan tersebut diketahui bernama Annurrochim, dari Fraksi Partai Gerindra usai Rapat Parpurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Raperda RAPBD 2020 di Gedung Paripurna DPRD Setempat, Kamis (7/11). Dihadapan sejumlah wartawan yang datang meliput Sidang Parupurna, Annurochim mengarahkan wartawan untuk mewawancarai Wakil Bupati Kendal. Yakni mengarahkan agar wartawan menulis dan menanyakan perihal ketidakhadiran sejumlah kepala organisasi perangakat daerah (OPD) dalam rapat paripurna tersebut.

“Ini teman-teman media, Pak Wakil (Wakil Bupati, Red) diwawancara. Kenapa kepala OPD banyak yang tidak datang,” katanya dengan nada keras.

Pernyataan tersebut kemudian disahut oleh Budi Setiyawan, salah seorang wartawan koran harian di Kota Semarang dengan menyatakan sikap tidak mau. “Tidak, ngapain DPRD mengarahkan dan mengintervensi liputan wartawan. DPR sana urusi saja rakyat saja,” ujar Budi.

Tanggapan dari awak media tersebut ternyata membuat Annurochim naik pitam rupanya. Mantan Kades Jatipurwo itu dengan nada lantang memanggil Budi. "Maksud apa tadi, bilang saya suruh ngurusi rakyat. Kamu mau mentang-mentang, tak gejok-gejok sisan kowe (saya injak-injak kamu nanti, Red) ,” ujar Ainnur dengan nada kasar.

Ucapan tersebut kemudian ditimpali oleh Budi dengan menanyakan maksud kata-katanya. Diapun mempertanyakan tujuannya mengarahkan liputan wartawan tersebut. “Kami wartawan kerja secara independen, tidak ada intervensi dari pihak manapun saat melaksakan tugas peliputan, termasuk Pimpinan DPRD,” ujar Budi lagi.

Tak terima, Annurochim dengan tatapan mata melotot nyaris memukuli wartawan tersebut. Namun segera dilerai, oleh sejumlah Wartawan yang memang menemani Budi karena suasana tidak kondusif.

Menanggapi kejadian tersebut wakil Sekretaris PWI Kendal yang juga wartawan senior di Kendal, Slamet Priyatin mengaku sangat menyesalkan tindakan oknum Pinwan Kendal. “Seharusnya tidak perlu terjadi. Sebab wartawan independen. Yang berhak memerintah wartawan adalah atasan kerjanya,” ujar Slamet.

Ia meminta agar DPRD maupun wartawan bisa saling menghormati profesinya masing-masing. “Sebaiknya Anggota DPRD juga harus bisa bekerja sesuai dengn tugasnya, jangan mencapuri dapur redaksi media,” lanjutnya.

Slamet Priyatin meminta supaya oknum pinwan tersebut, meminta maaf secara terbuka kepada wartawan. “Saya juga berharap peristiwa itu jangan sampai terulang lagi,” tegasnya. (Ung)  

BERITA REKOMENDASI