Walubi-Dokkes Polda Jateng Gelar Vaksinasi Anak

Editor: Agus Sigit

SEMARANG KRJogja.com – Vaksinasi anak 12 tahun ke atas dan usia lanjut yang digelar Perwalian Umat Budha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah bekerjasama dengan Kementrian Agama RI dan Dokkes Polda Jateng di GOR Satria Semarang, Kamis (9/9/2021) mendapat sambutan antisias masyarakat.

Pelaksanaan yang didukung 20 dokter Polri dan Dinas Kesehatan Kota Semarang ini berlangsung lancar dan berhasil memvaksin 2.200 orang. Jumlah tersebut menurut Tanto Soegito Harsono, Ketua II DPD Walubi Jawa Tengah sudah mencangkup anak-anak dari usia 12 tahun hingga orang dewasa dan usia lanjut.

“Kami bersyukur gelaran vaksinasi untuk pencegahan Covid-19 ini berjalan tertib dan lancar. Tidak ada kerumunan yang harus ‘dipecah’ petugas, mereka yang datang umumnya sudah mendaftar melalui daftar online dan bisa teratur. keteraturan inilah yang menyebabkan pelaksanaan tertib dan lancar,” ujar Tanto Soegito Harsono.

DPD Walubi Jawa Tengah menurut Tanto sudah menggelar vaksinasi untuk yang kesekian kalinya. “Sudah sering kami gelar dan tidak hanya di Kota Semarang saja, melainkan ke seluruh wilayah Jawa Tengah. Jumlahnya mungkin kini sudah lebih dari 150 ribu warga yang ikut vaksin melalui gelaran ini. Antusiasme masyarakat sangat luar biasam semoga saja kondisi Pandemi Covid-19 segera berangsung bisa diatasi, terutama dengan imunitas masyarakat. vaksin ini sebagai sebuah cara membentengi masyarakat dari keparahan bila terpapar Covid-19. Oleh karena itu bila emua sudah vaksin, minimal bisa mengurangi tingkat keparahan bila terpapar. Harapan kami jangan sampai terpapar, makanya kami himbau agar selalu mengedepankan protokol kesehatan,” ujar Tanto.

Belum lama menurut tanto, DPD Walubi juga menyalurkan bantuan obat-obatan dan Alat Perlindungan Diri (APD) Covid-19 kepada Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang. Obat-obatan terdiri dari berbagai jenis ditambah vitamin serta masker dan handsanitizer. Bantuan diserahkan di Kantor DKK dan Puskesmas Pandanaran Semarang diterima drg Devi.
Kiprah lain Walubi, juga membantu pendampingan serta pembiayaan bagi ibu yang memiliki resiko melahirkan bayi cacat. Menurut Tanto ada 3 ibu usia produktif yang melahirkan anak dalam kondisi cacat dibantu pemeriksaan laboratorium berikut pengobatannya. “bantuan ini juga bekerjasama dengan Ibu Tia Hendrar Prihadi, istri Walikota Semarang. Tujuannya untuk mengupayakan ibu dan anak sehat yang menjadi program utama pemerintah. (Cha)

BERITA REKOMENDASI