Warga Kampung Batik Peringati Kampungnya Dibakar Jepang

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG, KRJogja.Com – Warga Kampung Batik Semarang, Sabtu (17/10/2020) memperingati peristiwa pembakaran kampungnya oleh tentara Jepang, saat bergejolak Pertempuran 5 Hari, 75 tahun silam.
Mereka berkumpul sejak sore dengan mengenakna baju adat.Baik anak-anak maupun remaja tetap tampil meski mengenakan masker memenuhi protokol kesehatan.

Pada Sabtu (17/10/2020) tepat 75 tahun peristiwa pembakaran kampung Batik oleh pasukan Kidobutai yang menguasai Kota Semarang. Jepang mengendus kampung Batik dijadikan tempat merencanakan serangan umum terhadap kedudukan Jepang di wilayha Kota Lama, dipimpin Budancho Moenadi. Akhirnya pada pukul 17.30 WIB menjelang maghrib dibakar dan ditembaki Jepang.

Kampung Batik saat itu membara dan warga sibuk memadamkan api dengan air sumur yang ada. Berkat sumur yang kini masih ada tersebut, kebakaran dapat dipadamkan.

Luwi, salah satu inisiator peringatan mengatakan bahwa peristiwa dibakarnya kampung Batik merupakan peristiwa sejarah yang menunjukkan sikap kejuangan waega kampung batik yang gagah berani melawan penjajah. Bahkan para pejuang dari luar daerah seperti dari Pati yang dipimpin Moenadi (akhirnya jadi Gubernur Jateng) pun ikut menjadikan Kampung Batik sebagai pangkal perlawanan strategis dalam serangan umum.

BERITA REKOMENDASI