Warga Terima Ganti Rugi Pelebaran Jalan Umum

Editor: Ivan Aditya

SALATIGA, KRJOGJA.com – Warga pemilik tanah yang terkena proyek pembebasan untuk pelebaran jalan umum di akses pintu keluar dan masuk ke Gerbang Tol Salatiga. Pelebaran jalan raya Tingkir-Barukan. Jumlah warga yang menerima ganti rugi sebanyak 67 orang dari jumlah 196 yang terkena pelebaran jalan umum ini.

Pencairan ini dilakukan tim di Pendapa Kelurahan Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga yang dipimpin ketua tim pembebasan tanah, Kepala BPN Salatiga, Sumarna, Selasa (18/02/2020). Pembayaran ganti rugi tanah ini juga dihadiri panitia pengadaan tanah jalan tol Semarang-Solo Heru Budi Prasetya, TMJ dan pejabat terkait di Salatiga.

Ketua Tim Pengadaan Tanah Pelebaran Jalan Umum 2020, Sumarna mengatakan, pengadaan tanah ini untuk memperluas akses jalan menuju gerbang tol Salatiga. Jumlah seluruhnya 196 warga dan dibayar dua tahap. Tahap pertama untuk 67 warga dan untuk tahapan selanjutnya segera diselesaikan.

“Warga yang telah melepaskan tanah dan bangunannya untuk kepentingan pelabaran jalan ini patut diapresiasi dan berjasa untuk kepentingan umum,” tandas Sumarna.

Panitia Pengadaan Tanah Jalan Tol Semarang – Solo, Heru Budi Prasetya mengatakan pencairan merupakan tahap akhir dari tahapan. Pembayaran ganti rugi kepada warga terkena adalah utuh tidak ada potongan sepersenpun.

“Jika ada oknum yang mengatasnamakan panitia dan meminta uang atau memotong jangan diberikan. Uang ganti rugi bapak dan ibu pemilik tanah adalah utuh sesuai dengan kesepakatan,” tandas Heru Budi Prasetya di depan warga.

Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Salatiga, Adhitiyo Heru Prabowo mengatakan pihaknya menjadi pendamping dalam kegiatan pencairan ini. Menurutnya nilai ganti rugi untuk tanah dari data yang ada nilainya Rp 4,3 juta per meter.

“Nilai ganti rugi tanah per meter minimal Rp 4,3 juta, belum termasuk bangunan apabila ada bangunannya. Tujuan pelebaran jalan ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan di gerbang tol,” tandas Aditya kepada Krjogja.com, Rabu (19/02/2020). (Sus)

BERITA REKOMENDASI