Warga Tidak Ada Yang Lolos Tes CAT, Dugaan Kecurangan Merebak?

Editor: KRjogja/Gus

KENDAL, KRjogja.com – Desa Kalibogor Kecamatan Sukorejo melaksanakan CAT bersama dengan desa lainnya Kamis pekan lalu (17/6). Fenomena menarik terjadi lantaran ketiga lowongan yang tersedia tidak satupun warga desa Kalibogor yang lolos. Hal ini membuat Agus Supriyadi Tokoh Masyarakat Desa Kalibogor mewakili masyarakat mengaku kecewa. Bahkan warga mempertanyakan akan adanya kecurangan atau permainan dari oknum yang memanfaatkan situasi.

“Warga kami banyak yang mendaftar dan mengikuti test kami juga sudah mengadakan belajar kelompok agar familier dalam menghadapi ujian, tapi tidak satupun yang lolos, justru ketiga posisi ditempati warga desa lain, kami menduga ada konspirasi,”ujar Agus Senin (21/6).

Warga berkeyakinan kalau soal pengetahuan warga desa yang ikut seleksi tidak kalah, namun yang bikin heran semua ada di rangking dua.

“Kami menghendaki adanya test ulang agar kami bisa menerima dengan lapang dada, kami akan meminta desa untuk melaksanakan CAT ulang di desa kami,”lanjutnya.

Kepala Desa Kalibogor Taufiqul Mujab,membenarkan jika tiga lowongan perangkat dua diantaranya terisi oleh keluarga kepala desa dari desa tetangga. “Lowongan perangkat di desa saya Sekretaris Desa, Kaur Keuangan dan Kaur Kesejahteraan. Dua diantaranya terisi oleh kerabat kades dari desa tetangga untuk sekdes terisi oleh istri Kades Kalipakis dan untuk Kaur Keuangan putra Kades Selokaton,”ujar Mujab.

“Kecewa itu pasti, pasalnya justru warganya yang juga ikut seleksi tidak lolos, kami ada 15 pendaftar dari warga Desa Kalibogor namun peringkatnya dibawah satu tingkat dari peserta yang lolos,”lanjutnya. Pihaknya sudah memberikan dukungan penuh kepada warganya yang ikut seleksi, namun dirinya merasa janggal kenapa tidak satupun yang lolos.

Fatchullah akbar dari Komunitas Suluk Pantura pegiat pemuda Jawa tengah menyoroti hasil CAT di Kecamatan Sukorejo. Dikatakannya di Desa Kalibogor yang jadi Sekretaris Desa istri Kepala Desa Kalipakis sedangkan Kepala urusan Keuangan yang lolos anaknya Kepala Desa Selokaton.

“Saya sangat kecewa melihat hasil tes calon perangkat desa, Kami melihat bapak Bupati Kendal ini sedang giat giatnya membawa Kendal untuk maju dan berkembang baik secara infrastruktur,pengembangan SDM,Tata kelola pemerintahan namun di tingkat pemerintah desa malah masih berlaku nepotisme atau KKN,saya menduga ada permainan dari oknum,” ujar Akbar.

BERITA REKOMENDASI