Wartawan Main Peras, Laporkan Kepada Polisi

Editor: Ivan Aditya

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Banyak para pejabat daerah termasuk guru mengaku risih didatangi orang yang mengaku sebagai wartawan. Oknum tersebut sengaja mencari kesalahan dan ujung-ujungnya meminta uang bensin. Ketua PWI Jateng, Amir Machmud NS menegaskan bila masyarakat menemui fenomena tersebut maka diharap segera melaporkan kepada Polisi.

“Oknum wartawan yang sering disebut wartawan ‘bodrex’ ini selalu bergerilya menemui narasumber. Tetapi kedatangannya bukan mencari berita tetapi ada maksud lain. Setelah diberi amplop, oknum tersebut baru mau pulang. Bahkan tidak sedikit oknum seperti itu melakukan pemerasan. Untuk itu saya minta kepada pejabat dan masyaralat yang merasa dirugikan uah oknum tersebut untuk melaporkan ke PWI setempat atau ke Polisi,” tegasnya saat memberi sambutan pada acara launching sebuah tabloid lokal di Purwodadi, Selasa (16/05/2017).

Menurutnya, wartawan harus mengedapankan etika jurnalistik. Kode etik wartawan harus selalu dipegang, sehingga profesi wartawan bisa terjaga dengan baik.

Untuk meningkatkan profesionalisme wartawan, Dewan Pers dan PWI telah memutuskan agar wartawan harus mengikuti uji kompetensi. Tujuannya agar wartawan bersangkutan benar-benar kompeten dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.

Sebelumnya, Sekda Grobogan Dr Ir HM Sumarsono MSi, menjelaskan, profesi wartawan cukup disegani dan dihormati karena mampu memberi informasi dan mendidik kepada masyarakat. Contohnya, ada desa yang memiliki prestasi luar biasa tetapi tidak tertangkap media.

“Kami memang butuh media asli Grobogan karena masih banyak kejadian dan potensi daerah yang belum bisa tercover oleh media lain yang selama ini beredar di Grobogan. Selain itu pula banyak kebijakan-kebijakan lokal yang perlu juga untuk disosialisasikan,” terang Sumarsono. (Tas)

BERITA REKOMENDASI