Waspada Inovasi Jenis Narkoba Baru

KENDAL, KRJOGJA.com – Saat ini banyak cara merusak anak bangsa melalui narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba). Narkoba bisa disusupkan ke dalam makanan yang lucu-lucu dan menarik dikonsumsi anak-anak. Dan saat ini juga ditemukan inovasi sabu cair dan juga ekstasi cair, jika dihitung ada 80 ribuan jenis. Sementara saat ini yang masuk ke Indonesia tercatat ratusan jenis.

Kepala BNN Kabupaten Kendal AKBP Sharlin Tjahaja Frimer Arie kepada sejumlah media dalam sebuah Jumpa Pers pencapaian target BNN Kabupaten Kendal tahun 2017 Rabu (20/12/2017) menghimbau kepada semua pihak untuk lebih berhati-hati dengan kehadiran inovasi narkoba.

"Saat ini sangat cepat sekali perkmbangan dan inovasi yang dilakukan para bandar narkoba agar bisa meracuni anak bangsa, secara kasat mata narkoba yang hadir saat ini tidak bisa dilihat," ujar Sharlin.
Jika narkoba tersebut masuk kedalam makanan maka seharusnya itu peran dari BPOM yang memiliki laboratorium. "Kami hanya bisa berupaya memberikan sosialisasi dan juga kampanye anti narkoba agar masyarakat bisa mengerti berbagai jenis dan tidak ikut mengkonsumsinya," lanjutnya.

Menurut Sharli Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kendal sepanjang tahun 2017 hanya berhasil mengungkap tiga kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Jumlah tersebut mengalami penurunan drastis dibanding 2016 yang berhasil mengungkap 16 kasus dengan 20 tersangka.
 
Pihaknya mengatakan tiga kasus itu terdiri atas dua pengedar sabu dan satu obat jenis daftar G. Sementara jumlah tersangka sebanyak tujuh orang dengan status dua karyawan, empat wiraswasta, dan satu pengangguran.
 
Adapun barang bukti yang diamankan yakni 2,16 gram sabu dan 958 butir pil trihex. "Tiga kasus itu kejadian di Brangsong, Kaliwungu, dan Weleri. Satu kasus hasil penyidikan BNNK dan dua lainnya dilimpahkan ke Polres Kendal," katanya.

Ia menambahkan, untuk rehabilitasi, pihaknya melakukan rehabilitasi terhadap 11 orang. Jumlah itu juga mengalami penurunan signifikan dibanding tahun lalu sebanyak 36 orang pecandu. Ke-11 orang itu berstatus pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Hingga kemarin, sebanyak empat orang masih dalam proses rehabilitasi.(Ung)

BERITA REKOMENDASI