Wawalikota Semarang Sambut Mahasiswa Se-Nusantara

Editor: Agus Sigit

SEMARANG KRJogja.Com – Kota Semarang kedatangan puluhan mahasiswa-mahasiswi Perguruan Tinggi se-Indonesia dalam rangka bertukar informasi kepariwisataan. Mereka menutup lawatannya ke beberapa destinasi dan perkampungan wisata di Kampung Batik, Kampung Djadhoel Semarang, Sabtu (30/10/2021).

Di Kampoeng Djadhoel, para mahasiswa dari luar Jawa tersebut disambut Wakil Walikota Semarang, Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu MSos. Sebelum menyambut para mahasiswa, Wakil Walikota yang belum lama ini dianugerahi nama ‘Mbok Batik’ oleh warga Kampung Batik langsung membubuhkan tanda tangan di kain putih dengan canting batik berisi cairan malam. Ini menjadi pembuka acara menyambut para mahasiswa se-nusantara.

Mbak Ita, panggilan akrab Wakil Walikota memyambut bahagia kehadiran para mahasiswa dari Aceh, Jambi, Lampung, Medan, Banjarmasin, Kupang dan banyak daerah lainnya ke Kota Semarang untuk menimba pengalaman tentang kemajuan Kota Semarang.

“Saya sampaikan salam dari Bapak Walikota Semarang, Dr H Hendrar Prihadi SE MM. Beliau juga menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Kota Semarang ini terbuka menerima mahasiswa dan siapa saja yang hendak datang untuk berwisata, mengenyam pendidikan bahkan mencari peluang usaha. Kemajuan Kota Semarang, terutama di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif tentu sangat menarik untuk dibedah dan dijadikan teladan bagi daerah-daerah yang ingin bangkit. Karena itu silahkan datang dan belajar di Semarang,” ungkap Mbak Ita.

Zulkifli, mahasiswa dari Nangroe Aceh Darussalam yang ikut hadir mengungkapkan kekagumannya terhadap Kota Semarang, terutama keaktifan peran masyarakat dalam mendukung program pemerintah. Selain itu pemerintah Kota Semarang juga dinilai luar biasa dalam memvangun infrastruktur pendukung.

Di sisi lain, mahasiswa sebuah universitas di Aceh ini juga memperkenalkan produk budaya, kesenian dan kuliner daerahnya.

Mbak Ita berharap pada generasi muda milenial ini agar terus bangga dan mencintai budaya daerah masih-masih dan tetap mempertahankan sebagai produk kearifan lokal yang menghias Indonesia.

“Kekayaan ini sangat luar biasa sebagai wujud kebhinnekaan. Oleh karena itu pertukaran informasi ini agar bisa menjadi tujuan pemersatu,” jarap mBak Ita. (Cha)

 

 

BERITA REKOMENDASI