Wow.. Modal Caleg di Salatiga Menyentuh Angka Rp 500 Juta?

SALATIGA, KRJOGJA.com – Modal menyalonkan sebagai anggota legislatif untuk DPRD Salatiga dipukul rata-rata (pulrata) harus mengantongi modal uang Rp 300 juta-Rp 500 juta untuk biaya operasional. Jumlah itu pun akan ‘muspra’ (hilang) dan tidak jadi ketika salah strategi dan salah sasaran kepada calon pemilih pada Pemilu 2019 ini. 

“Kalau situasi terus begini Mas, estimasi saya harga satu kursi di DPRD Salatiga mahal hitungan rata-rata satu kursi Rp 2 miliar. Saat ini setiap caleg khususnya yang bukan petahana bisa saja harus mengantongi uang (modal) segar fresh operasional antara Rp 300 juta dan Rp 500 juta. Itupun belum tentu jadi,” ungkap seorang caleg di wilayah Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga yang enggan disebut namanya kepada KRJOGJA.com, Rabu (13/02/2019). 

Ia juga mengungkapkan dari incaran-incaran antarcaleg mendekati pencoblosan akan bisa bertambah modalnya karena ada dugaan isu ‘beli biting' (suara) di masyarakat sudah di angka Rp 200 ribu-Rp 300 ribu per biting.

“Inilah politik, biasanya caleg di DPRD Kota Salatiga akan bekerja sama dan main saling ‘tandem’ dengan caleg diatasnya (caleg DPRD Provinsi Jateng) dan Caleg DPR RI. Berat pokoknya Mas. Dari info yang saya dapatkan seorang caleg pemula ada informasi sampai menjual beberapa bidang tanahnya untuk biaya operasional pencalegan dan sosialisasi kepada warga. Tidak semua caleg sih, ini rata-rata,” ujarnya.

Seorang Caleg Petahana dari Partai Nasdem Dapil Kecamatan Sidorejo, Salatiga, Bambang Riantoko dihubungi Krjogja,com dimintai tanggapannya, ia mengatakan modal Rp 300 juta sampai Rp 500 juta tidak tentu karena bisa lebih dan bisa kurang. Karena tidak semua harus pakai uang. “Tidak semua harus pakai uang. Tergantung pula popularitas caleg, kapabelitas, intergritas dan modal sosial yang juga bisa mempengaruhi pola pikir pemilih,” tandas Bambang Riantoko kepada KRJOGJA.com. (Sus)

BERITA REKOMENDASI