1.026 Warga Solo Belum Lakukan Perekaman e-KTP

SOLO, KRJOGJA.com – Sebanyak 1.026 warga Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), belum melakukan perekaman KTP elektronik atau e-KTP. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Solo pun meminta kepada mereka untuk segera melakukannya. Batas waktunya sampai 9 Februari 2019. Jika sampai batas waktu tersebut warga tidak juga melakukan rekam data, maka status kependudukan akan langsung dinonaktifkan dari pusat.

“Ini merupakan kesempatan terakhir bagi warga yang belum melakukan rekam data KTP elektronik. Kalau sampai tidak melakukan rekam data maka status kependudukan akan dinonaktifkan,” tegas Kepala Dispendukcapil Solos Suwarta, Senin (4/2/2019).

Suwarta menegaskan, tidak ada lagi toleransi bagi yang tidak melakukan perekaman rekam data e-KTP. Jika nanti status kependudukan dinonaktifkan, otomatis warga tidak bisa dilayani saat mengakses pelayanan publik. Terutama pelayanan yang membutuhkan nomor induk kependudukan. Pasalnya, warga sudah dinonaktifkan tidak akan mempunyai NIK.

“Untuk mengakses pelayanan publik yang membutuhkan NIK jelas tidak bisa. Warga pun harus melakukan pengurusan administrasi terlebih dahulu. Makanya sebelum batas akhir agar segera melakukan rekam data terlebih dahulu,” ucapnya.

Selama ini, Dispendukcapil Solo sudah berupaya menuntaskan rekam data KTP elektronik. Saat ini prosesnya sudah mencapai 99,75 persen dan tinggal 0,25 persen saja yang belum. Meski jumlahnya tidak sampai 1 persen, Dispendukcapil tetap berupaya agar rekam data bisa rampung hingga 100 persen.

“Kami juga sudah melayangkan surat panggilan kepada warga yang belum melakukan rekam data. Kami ingin agar rekam data bisa 100 persen,” pungkas Suwarta.(*)

BERITA REKOMENDASI