1000 Sukarelawan Kerja Bakti Bersihkan Sedimentasi

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Kerja bakti bersih Sungai Jumog melibatkan 1.000 lebih sukarelawan dari berbagai instansi,  Minggu (15/10/2017) sore. Mereka menyingkirkan material sedimentasi yang didominasi sampah rumah tangga di aliran sungai tersebut.

Camat Jaten, Aji Pratama Heru Kristanto mengatakan aktivitas tersebut jelang musim penghujan sangatlah tepat. Sebab, Sungai Jumog yang penuh sampah seringkali memicu banjir di permukiman wilayah bantaran.

“Masih saja banyak yang membuang sampah ke sungai. Sedimentasinya sampai sulit dibongkar. Penuh sekali oleh sampah rumah tangga dari plastik dan perkakas. Ditambah lagi dahan dan ranting, “ kata Aji kepada KR

.  

Pembersihan secara manual itu melibatkan personel dari Relawan Karangpandan (Rendan), SAR, BPBD, unsur TNI, Polri dan warga sekitar. Mereka dibagi ke tiga etape di aliran sepanjang 2,5 kilometer untuk memudahkan pembagian tugas. Dimulai dari hulu sungai sampai ke hilir.

Pantauan KR, sukarelawan tak hanya memungut sampah di sungai dan bantaran, namun juga memangkas ranting dan batang yang nyaris ambruk melintang sungai. Mereka bermodal gergaji listrik dan alat pemotong manual. Sampah yang telah terkumpul di tiap etape diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Sukosari, Jumantono menggunakan truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Ikut bergabung dalam sukarelawan, Polwan dan Sabhara Polres Karanganyar.

Lebih lanjut Aji mengatakan, beberapa perumahan di wilayah Jaten di hilir Sungai Jumog sering terkena banjir.

“Secara bergiliran, sungai-sungai akan dibersihkan. Sekarang Sungai Jumog, ke depan sungai di wilayah Sawahan, Dagen dan Songgorunggi juga akan dibersihkan,” jelasnya.

Kondisi sekarang, pendangkalan di Daerah Aliran Sungai (DAS) wilayah Jaten tergolong kritis. Seperti di daerah Songgorunggi, sungainya mendangkal karena banyak bongkaran bangunan yang masuk ke sungai.  

Rencananya, setelah seluruh aliran sungai di wilayah Jaten dibersihkan, Pemerintah Kecamatan akan mengajukan bantuan bibit ikan ke instansi terkait. (Lim)

BERITA REKOMENDASI