13,7 Persen Warga Belum Terlindungi Jaminan Kesehatan

SOLO, KRJOGJA.com – Sekitar 72 ribu jiwa atau 13,7 persen warga Solo, diketahui belum terlindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, baik atas biaya mandiri, ataupun dibiayai pemerintah pusat, Anggarabn Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), serta APBD Solo. Dari puluhan ribu warga tersebut, 21 ribu jiwa diantaranya merupakan karyawan swasta namun belum disertakan dalam BPJS dari perusahaan tempat bekerja masing-masing, serta 51 ribu yang lain sebagian bekerja di luar sektor formal.

Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Solo, Siti wahyuningsih, menjawab wartawan, usia penyerahan kartu Indonesia Sehat (KIS) di balaikotra, Kamis (21/12/2017), mengungkapkan, data tersebut cukup akurat dan dihimpun secara sistemik by name dan by address. Bahkan data tersebut telah didistribusikan ke kelurahan-kelurahan untuk melakukan penyisiran dari rumah ke rumah, hingga saatnya nanti seluruh warga Solo telah terlindungi jaminan kesehatan.

Warga yang kebetulan berkategori miskin ataupun rentan miskin, kepesertaan BPJS dapat diusulkan untuk memperoleh pembiayaan dari pemerintah, baik pusat, Provinsi Jateng, maupun Kota Solo, sedangkan warga berkategori mampu, diisyaratkan untuk membiayai secara mandiri. "Khusus untuk warga berstatus karyawan swasta, DKK sudah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan, agar perusahaan segera mendaftarkan karyawannya untuk memperoleh jaminan kesehatan, sebagaimana aturan yang berlaku," ujar Wahyuningsih.

Hingga saat ini, jelasnya, Pemkot Solo telah menerbitkan KIS untuk 50.664 warga atas biaya APBD Kota Solo, selain pula 2.629 warga dibiayai APBD Provinsi Jateng, serta dari pemerintah pusat sejumlah 59.800 warga. Seluruh warga tersebut, berkategori miskin dan rentan miskin, sedangkan pemegang KIS yang lain atas biaya mandiri atau terkait dengan status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) serta anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Di sisi lain, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyebutkan, warga yang telah mengantongi KIS, memanfaatkan sebaik mungkin dan secara bijaksana. Langkah pemeliharaan kesehatan, diantaranya dengan membiasakan hidup bersih dan sehat, jauh lebih baik, bahkan Pemkot Solo menyediakan fasilitas pemeriksaan laboratorium secara gratis di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), meliputi pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol total, trigliserida, Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT), Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT), asam urat, kreatinin, serta ureum.

Jenis jenis layanan pemeriksaan laboratorium memang masih relatif terbatas, ujar pria yang akrab disapa Rudy, namun delapan jenis fasilitas uji laboratorium gratis tersebut cukup lengkap dalam kaitan pemeliharaan kesehatan secara umum. Dia berobsesi, pada saatnya nanti, jumlah warga Solo yang menderita sakit semakin berkurang, sebab penanganan kesehatan lebih fokus pada pencegahan.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI