14 SMP Negeri di Sukoharjo Siap Gelar PTM Terbatas

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRjogja.com – Sebanyak 14 SMP negeri dipastikan akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai 13 September nanti. Sedangkan 65 SMP negeri dan swasta akan mengikuti simulasi PTM selama dua minggu. Masing-masing sekolah sekarang masih melakukan tahap persiapan terkait teknis pelaksanaan.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Warsini, Senin (6/9) mengatakan, Disdikbud Sukoharjo menindaklanjuti kebijakan Pemkab Sukoharjo terkait rencana PTM terbatas mulai 13 September. Persiapan dilakukan Disdikbud Sukoharjo dengan melakukan rapat internal. Selain itu juga meminta kepada sekolah mempersiapkan diri.

Pada PTM terbatas nanti total ada 14 SMP negeri yang akan melaksanakan. Sekolah tersebut merupakan SMP negeri yang sebelumnya pernah menggelar uji coba PTM. Sebanyak 14 SMP negeri sudah siap menggelar kembali PTM terbatas karena sudah memiliki kelengkapan sarana dan prasarana serta lolos pengecekan. Namun demikian untuk memastikannya Disdikbud Sukoharjo bersama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo akan melakukan pengecekan ulang.

Disdikbud Sukoharjo sudah meminta pada kepala sekolah di 14 SMP negeri untuk terus melakukan persiapan. Bentuk persiapan mulai pengecekan ulang sarana dan prasarana sekolah sesuai protokol kesehatan, kondisi guru dan siswa serta terpenting ada surat izin dari orang tua murid.

“PTM terbatas akan diprioritaskan di 14 SMP negeri yang sebelumnya sudah pernah menggelar simulasi PTM. Persiapan masih terus dilakukan,” ujarnya.

Disdikbud Sukoharjo pada PTM terbatas yang digelar 13 September nanti juga akan mengikutkan sebanyak 65 SMP negeri dan swasta. Sekolah tersebut baru sebatas mengikuti simulasi dan belum diperbolehkan menggelar PTM terbatas. Sebab sebanyak 65 SMP negeri dan swasta tersebut sebelumnya sama sekali belum pernah menggelar simulasi PTM.

“65 SMP tersebut akan mengikuti simulasi PTM selama dua Minggu. Kemudian dievaluasi dahulu 1 minggu. Sejauh mana pelaksanaanya. Apakah ada kendala atau tidak,” lanjutnya.

Warsini menjelaskan, teknis pelaksanaan PTM terbatas masih sama seperti sebelumnya. Yang berbeda hanya jumlah siswa dua rombongan belajar per jenjang. Ketentuan tersebut sudah disosialisasikan ke masing-masing sekolah.

“Saat ini masih tahap persiapan terkait teknis pelaksanaan. Sebab PTM terbatas ini tidak hanya mempersiapkan pendidikan saja, namun juga sisi menjaga kesehatan karena masih pandemi virus Corona,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI