142 Gereja Diamankan, Jemaah Dilarang Bawa Barang Mencolok

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -bPara jemaah gereja di misa Natal dilarang membawa barang mencolok. Polisi tidak akan segan menahan barang-barang jemaah yang dinilai mencurigakan. 

"Jangan bawa barang mencolok. Sepertunya saja seperti alkitab dan keperluan beribadah lainnya saat misa natal,” kata Wakapolres Karanganyar, Kompol Dyah Wahyuning Hapsari.

Seluruh pihak yang dilibatkan di operasi lilin candi 2019 di PAM gereja diharapkan bisa menjaga kondusivitas dan mendeteksi dini potensi kerawanan. Pada misa Natal di 24 Desember 2019 nanti, aparat akan memberlakukan sterilisasi peralatan, sarana dan prasarana peribadatan. Termasuk sterilisasi barang bawaan jemaah.
Dyah mengatakan 142 gereja di wilayahnya dalam pengawasan intensif. Terdiri 136 gereja Kristen dan enam gereja Katholik.

“Sejak 10 hari lalu dilakukan PAM gereja. Kami melakukannya secara dialogis oleh Polsek dan Satbinmas Polres,” katanya.

Adapun hal-hal yang perlu diwaspadai seperti konvoi sepeda motor maupun mobil komunitas dari dan menuju kawasan wisata lereng Lawu. Jalur yang dilalui melewati gereja-gereja itu.
Kompol Dyah meminta semua informasi kegiatan penyakit masyarakat (pekat) disampaikan ke polisi. Tidak diperkenankan kelompok masyarakat maupun pribadi memberantasnya dengan kekerasan atau main hakim sendiri.

“Tidak boleh sweeping. Kalau ada maksiat langsung lapor polisi,” jelasnya.
Ia menyebut sekitar 800 personel disiagakan guna menciptakan suasana kondusif selama Natal dan Tahun Baru. Para personel dari Polri, TNI, masyarakat, dan Pemerintah Daerah seperti Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Kepala Satpol PP Karanganyar, Kurniadi Maulato mengatakan operasi penertiban pekat juga menyasar perempuan penjaja seks. Hanya saja, ia sering kecolongan sehingga gagal menangkap pelaku.

“Di indekos dan hotel, kami memasang umpan. Tapi sebelum penangkapan, operasi sudah bocor. Mereka itu punya jaringan informasi yang menyelamatkannya dari operasi,” katanya. (Lim)
 

BERITA REKOMENDASI