18 Bus Angkut Perantau Jabodetabek ke Kampung Halaman

KARANGANYAR,KRJOGJA.com – Sebanyak 18 bus antarkota antarprovinsi (AKAP) disiapkan mengangkut perantau di Ibu Kota dan sekitarnya pulang mudik ke kampung halamannya di Karanganyar. Titik kumpul keberangkatan di Anjungan Provinsi Jawa Tengah kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu (18/6/2017) mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman, Sundoro mempersilakan peminat mudik gratis mendaftar ke paguyuban warga Karanganyar (Pagaranyar) yang dipercaya mengakomodasi keluarga besar perantau warga Bumi Intanpari di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Disiapkan 18 bus berkapasitas masing-masing 40-50 tempat duduk. Dari jumlah tersebut, dua unit dikoordinasi Pemprov Jawa Tengah yang berangkat dari TMII pada 20 Juni sedangkan 16 lainnya murni dari Pemkab Karanganyar berangkat pada 18 Juni.

“Mudik gratis ini sudah mulai sejak 2014. Antusias masyarakat perantau sangat tinggi. 700 lebih pemudik diangkut ke kampung halamannya di Karanganyar gratis tanpa dipungut sepeserpun. Selalu penuh juga bus-bus itu,” katanya kepada KRJOGJA.com, Selasa (13/6/2017).

Anjungan Provinsi Jawa Tengah kompleks TMII dipilih menjadi titik kumpul karena memiliki lahan luas menaikturunkan penumpang. Pada pemberangkatan tanggal 18 Juni mendatang, semua calon penumpang harus sudah siap di lokasi itu maksimal pukul 10.00 WIB. Rencananya, bus-bus akan berangkat pukul 13.00 WIB. Sebelum diberangkatkan akan ada acara pelepasan oleh pejabat Pemkab Karanganyar di panggung kehormatan.

“Pak bupati atau yang mewakili ke Jakarta dulu naik pesawat. Lalu melepas bus-bus itu,” katanya.

Selain menggratiskan ongkos pulang kampung, Pemkab Karanganyar juga menyubsidi tiket masuk TMII bagi semua peserta mudik gratis. Pagaranyar diminta menghitung jumlah pasti pesertanya supaya anggarannya cukup membayar subsidi tiket masuk TMII Rp 7.500 per orang. Diprediksi seluruh perantau di 16 bus mudik gratis tiba di Alun-alun Karanganyar pada Senin (19/6/2017) dini hari.

Lebih lanjut Sundoro meminta Pagaranyar selaku koordinator mudik gratis bijaksana menentukan calon peserta. Dianjurkan memilih perantau yang belum pernah merasakan fasilitas itu.

“Warga kita di Jakarta kebanyakan berdagang baso dan buruh. Sekian tahun merantau di Ibu Kota, diharapkan lebih sejahtera. Persilakan warga lainnya yang masih membutuhkan untuk menikmati fasilitas mudik gratis. Tapi ini tergantung masing-masing, kita hanya bisa menganjurkan,” katanya. (R-10)

 

BERITA REKOMENDASI