19 Ibu di Karanganyar Meninggal, 2.000 Bayi Stunting

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Penanganan angka kematian ibu (AKI) serta stunting melibatkan berbagai pihak. Terutama pemulihan perekonomian keluarga yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, sembilan ibu meninggal dunia saat persalinan pada tahun 2021. Dinas juga mencatat 2.000 anak mengalami stunting di tahun tersebut. Bahkan, beberapa kasus termasuk gizi kurang dan buruk.

Ketua Tim Penggerak PKK Karanganyar, Siti Khomsiyah mengatakan berbagai informasi mengikuti temuan kasus itu. Berdasarkan laporan anggota Pokja IV PKK, ternyata kondisi psikologis dan perekonomian keluarga di tahun 2020-2021 mempengaruhinya. Perihal pegawai yang dirumahkan, lanjut Siti, paling banyak mengikuti kasus stunting.

“Tahun kemarin itu banyak yang dirumahkan. Akibatnya perekonomiannya melemah. Korelasinya pada kurangnya pemenuhan makanan tambahan pada bayi atau ibu hamil,” katanya kepada wartawan di rumah dinas bupati, Selasa (19/07/2022).

Ia menyebut pemerintah secara simultan mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program. Sedangkan di PKK, ia menggerakkan kelompok dasa wisma yang mengampu tiap 10 keluarga. Kasus-kasus stunting diklasifikasi untuk dijadikan bahan evaluasi pemerintah. “Tak semua kasusnya stunting murni. Ada yang akibat penyakit bawaan,” katanya.

Sedangkan pada 19 kasus kematian ibu, 15 diantaranya terpapar Covid-19. Sedangkan tiga sisanya karena perdarahan. Sementara itu dalam upaya menekan AKI dan Angka Kematian Balita (AKB) , Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar melalui puskesmasnya menggelar pembinaan ibu hamil.

Kepala Puskesmas Tawangmangu, Sulistyo Wibowo menyampaikan bahwa jumlah ibu hamil sebanyak 326 orang yang ada di seluruh wilayah Kecamatan Tawangmangu.

“Angka kematian bayi cenderung menurun pada tahun ini. Semoga dengan adanya acara ini kondisi ibu hamil dan bayi yang dilahirkan nantinya semuanya dalam keadaan sehat wal afiat,” ujarnya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI