2 Atlet National Paralympic Commitee Ikut UTBK di UNS

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Dua atlet National Paralympic Commitee (NPC) Indonesia ikut bersaing berebut kursi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Salah satunya Yovan Rate Azis, atlet tuna netra yang .memilih program studi Pendidikan Luar Biasa.

Sementara seorang lainnya Marceleno Michael belum bisa mengikuti UTBK, pada Selasa (06/7), karena terkena diskualifikasi. Pengawas tidak bisa meloloskan dia sebagai peserta berkebutuhan khusus. Pasalnya ia datang ke lokasi ujian bisa mengendarai motor dan berjalan sendiri ke ruang ujian di Gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Mendengar atletnya terkena diskualifikasi UTBK, Slamet Widodo salah seorang pelatih atletiik NPC, Rabu (08/7), mendatangi kantor panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS. Ia memberikan klarifikasi bahwa Michael benar atlet disabilitas NPC Jawa Tengah untuk kategori tuna netra P 13. Ia atlet lempar cakram yang mengikuti Pelatnas Asean Para Games (APG) Fililpina.

Menurut Slamet ia akan diusahakan SPMB bisa dijadwalkan ulang mengikuti UTBK. Namun ketua panitia SPMB Prof Dr Ahmad Yunus mengaku belum menerima laporan. Ketika ditanya peluang untuk bisa dijadwal ulang UTBK, harus ada pemeriksaan dokter. “Jadi tidak cukup dengan surat keterangan. Tapi dia harus diperiksa dokter untuk memastikan tuna netra low vision.”

Sementara Yovan mengikuti UTBK ingin menjadi guru. Ia memiliki pilihan pertama UNS dan pilihan kedua Universitas Negeri (UNY) Yogyakarta. “Saya punya cita-cita menjadi guru” kata Yovan, atlet blind judo. (Qom)

BERITA REKOMENDASI