2 Kecamatan di Wonogiri Rawan Pangan

Editor: KRjogja/Gus

WONOGIRI (KRjogja.com) – Sebanyak 10.780 jiwa (2.695 KK) warga Kecamatan Paranggupito dan Kismantoro, Wonogiri, dilaporkan mengalami rawan pangan. Kondisi ini muncul lantaran dua wilayah kecamatan tersebut kini dilanda kekeringan serta banyaknya angka penduduk miskin.

Bupati Wonogiri melalui Sekda Drs Suharno MPd, Selasa (5/9) siang, melayangkan surat ke Gubernur Jateng yang isinya minta bantuan pangan (beras) guna meringankan penderitaan 10 ribu jiwa lebih penduduknya yang terancam kelaparan akibat terjadi kerawanan pangan trasien itu. 

Dalam suratnya Sekda Wonogiri menyebutkan, 2.695 KK (10.780 jiwa) yang rawan pangan masing-masing adalah 600 KK warga Desa Ngroto dan 694 KK warga Kelurahan Kismantoro (keduanya Kecamatan Kismantoro), dan 452 KK warga Desa Songbledek, 462 KK warga Ketos serta 487 warga Desa Paranggupito (ketiganya  Kecamatan Paranggupito).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Wonogiri lr Safuan tidak menampik adanya permintaan pangan dari Pemkab Wonogiri kepada Gubernur melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng itu. "Untuk membantu lima desa dua kecamatan rawan pangan itu (Kismantoro dan Paranggupito) kami butuhkan bantuan beras sedikitnya 37,7 ton dari pemprov," ujar Safuan kepada KR.

Menurut dia, selama kekeringan 2017 yang diwarnai musim paceklik ini Pemkab Wonogiri khusus Dispertan sudah memberikan bantuan pangan tahap l ke wilayah Kismantoro (Desa Gesing dan Lemahbang) sebanyak 7,4 ton. "Untuk tahap ll juga sudah ada permintaan pangan susulan dari warga Bayemharjo dan Tlogoharjo Kecamatan Paranggupito," kata Safuan didampingi Kasi Ketersediaan dan Deversifikasi Pangan Dispertan setempat, Drs Haryadi. Dia menjelaskan, untuk dua desa itu dialokasikan butuh 7,57 ton lebih. Padahal, ungkap dia, sampai September 2017 ini posisi Gudang Pangan Kabupaten Wonogiri tinggal isi 810 kg gabah saja sehingga terpaksa pemkab mengajukan bantuan pemprov. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI