205 Ribu Anak Karanganyar Sasaran Imunisasi MR

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar (DKK) memastikan sosialisasi telah disampaikan kepada orangtua 205 ribu anak sasaran imunisasi measles dan rubela (MR). Termasuk mengantisipasi penolakan kelompok masyarakat terhadap pemberian imunitas anak usia 9 bulan-15 tahun tersebut.

“Teman-teman di wilayah menjadwalkan pemberian imunisasi MR selama sebulan ini dan bulan berikutnya di puskesmas, sekolah dan posyandu. Total sasaran 205 ribu anak. Kami juga menghitung setiap hari berapa yang sudah diimunisasi. Kalau tidak hadir, dari situ kelihatan siapa yang bersikap menolak,” kata Kepala DKK Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo KRJOGJA.com, Senin (31/07/2017).

Berbekal peta wilayah kalangan penolak imunisasi, kader kesehatan di area tersebut bekerja ekstra dalam menyosialisasikan imunisasi MR sejak Juni lalu. Cucuk menyarankan pendekatannya secara humanis.

Sesuai jadwal, imunisasi serentak diberikan kepada sasaran anak sekolah usia 7 tahun-15 tahun selama Agustus. Sedangkan pada September mendatang, sasarannya bayi usia 9 bulan sampai anak usia 7 tahun di posyandu, puskesmas dan sarana pelayanan kesehatan lainnya. Dalam hal ini, dropping kebutuhan imunisasi MR dari pemerintah pusat ke Karanganyar terhitung cukup.

Ditanya prediksi serapan program itu, Cucuk mengatakan bakal diketahui akhir Agustus untuk sasaran usia 7-15 tahun dan akhir September untuk usia 9 bulan-15 tahun. “Tinggal mengkompilasikan data-data dari teman lapangan. Du Agustus-September, kami mengevaluasi tiap akhir bulan. Akan diketahui berapa persen keberhasilannya,” katanya.

Cucuk tak berharap kejadian luar biasa (KLB) difteri di sebuah pondok pesantren di Matesih beberapa waktu lalu terulang lagi karena orangtua kurang memahami pentingnya pemberian imunitas. Baru setelah salah seorang santriwan meninggal dunia, pengelola pondok pesantren dan orangtua santriwan bersedia anak-anaknya diimunisasi DPT (difteri, pertusis dan tetanus).

Sekretaris DKK Fatkhul Munir menambahkan, bupati dan pejabat lainnya bakal melaunching pekan imunisasi MR di SDN 1 Karanganyar pada Selasa (01/08/2017). “Jemput bola ini gratis,” katanya.

Pemerintah memutuskan pemberian gratis imunisasi MR dengan mempertimbangkan risiko pengidap dan penularannya dapat masif apabila tidak diatasi melalui gerakan serentak. Di luar imunisasi MR, imunisasi jenis lainnya tetap dijadwalkan sesuai usia bayi dan anak. (R-10)

BERITA REKOMENDASI