23.346 Anak Belum Diimunisasi MR

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Jelang akhir program imunisasi campak atau measles dan rubella (MR) secara serentak, ternyata masih menyisakan 23.346 anak usia 9 bulan-15 tahun di Karanganyar belum mendapatkan vaksin tersebut. Jumlah itu meliputi anak-anak yang belum mendapat giliran divaksin dan anak-anak yang tidak diizinkan diimunisasi oleh orangtuanya.

“Per tanggal 12 September, imunisasi MR di Karanganyar mencapai 88,6 persen atau 181.302 anak dari total sasaran 204.648 anak. Imunisasi ini dimulai awal Agustus sampai akhir September,” kata Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Ritasari Dewi kepada wartawan di kantornya, Rabu (13/9).

Ia optimistis mampu menuntaskan target imunisasi di sisa waktu hingga tutup bulan September. Ia memastikan vial vaksin dan petugas di Puskesmas maupun Posyandu siap melayani, yakni 471 tenaga kesehatan terdiri 82 supervisor dan 389 vaksinator. Penting diketahui, Kementrian Kesehatan memasang target imunisasi di kabupaten/kota minimal 95 persen. Sejauh ini, DKK bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan Kementrian Agama kabupaten berusaha meyakinkan para orangtua agar mengimunisasi anak-anaknya, mengingat penyakit mengintai puluhan ribu anak-anak tanpa kekebalan tubuh.

Rita menceritakan, 0,9 persen sasaran imunisasi MR di Karanganyar menolak imunisasi melalui surat pernyataan maupun sengaja mengemplang agenda vaksinasi di sekolah dan posyandu. DKK memiliki data nama dan alamat mereka. Masalah keyakinan melatarbelakangi sikap tersebut.

Namun, ada pula orangtua berinisiatif mengimunisasi karena tempat belajar anaknya menolak program itu.

“Setelah September, orangtua tetap dipersilakan mengakses layanan itu ke Puskesmas dan Posyandu. Tetap gratis. Dari pemerintah, program imunisasi serentak bulan Agustus-September di Pulau Jawa. Sedangkan tahun depan di luar Pulau Jawa,” katanya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam kesempatan memantau imunisasi di SDN1 Karanganyar beberapa waktu lalu mengatakan bakal menemui langsung orangtua yang masih ragu serta menolak imunisasi. Yuli, sapaan akrabnya, meminta orang–orang itu butuh penyuluhan agar sadar.

“Laporkan detail mana yang menolak. Saya akan temui langsung orang tua itu supaya mau peduli dengan kesehatan anaknya. Hanya menggantungkan keyakinan pada Tuhan tanpa ikhtiar itu nonsense,” tutur dia. (Lim)

BERITA REKOMENDASI