23 Kelompok Peternak Dikucuri Rp 2 M

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Sebanyak 23 kelompok peternak di Karanganyar dikucuri bantuan stimulan usaha. Masing-masing memperoleh Rp 50 juta-Rp 150 juta untuk kelompok awal penerima bantuan keuangan (bankeu) ini.

“Hasil verifikasi terhadap 194 kelompok, yang memenuhi syarat administratif baru 23 kelompok. Maka mereka yang lolos seleksi akan diberi SK penerima bantuan usaha dari bupati. Pekan depan akan diberikan via transfer,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Sumijarto kepada wartawan, Selasa (30/05/2017).

Bantuan keuangan itu dikucurkan ke kelompok usaha peternak yang memenuhi syarat administratif dan belum pernah memperoleh bantuan serupa di tahun sebelumnya. Dikatakan Sumijarto, besaran bantuan bersumber APBD 2017 itu untuk masing-masing kelompok disesuaikan isi proposal permohonannya. Namun mayoritas disetujui Rp 50 juta. Proposal tersebut diterima Disnakkan pada tahun 2016.

Lebih lanjut dikatakan, nilai pengucuran 23 kelompok ternak itu Rp 2 miliar. Jumlah itu baru tahap awal dari total dana bantuan keuangan pengusaha ternak Rp 8 miliar. Sumijarto menyadari program tersebut rawan penyimpangan apabila tidak diawasi dan didampingi ketat sejak awal sampai akhir prosesnya. Masing-masing kelompok penerima bantuan didampingi tim dari Disnakkan dan inspektorat daerah.

“Cukup berat juga memprosesnya. Karena tidak sedikit yang harus diawasi. Di awal, kelompok harus memiliki badan hukum serta memenuhi kriteria untuk kandang dan geliat usahanya seperti apa? Mulai pakan sampai perawatan harus sesuai. Kemudian mengumpulkan rencana pengelolaan uang itu, termasuk SPj pembelian ternak dari uang tersebut,” katanya.

Ia memprediksi semua penerima bantuan akan membelanjakan ternak jenis sapi. Sedikit yang membidik jenis ternak kambing karena kurang menguntungkan. Dalam waktu enam bulan setelah ternak terbeli, Disnakkan meninjaunya secara intens.

“Ternak boleh dijual, asalkan sudah dipelihara enam bulan sejak pengadaan. Namun hasil penjualan harus dibelikan lagi anakan . Begitu seterusnya agar usahanya berkembang. Jangan sampai penjualan ternak untuk konsumtif,” katanya.

Disnakkan mengatakan, program yang dipertahankan selama 11 tahun terakhir bertujuan menjaga swasembada daging dan mencukupi kebutuhan dari luar Karanganyar. (R-10)

BERITA REKOMENDASI