280 Bidang Tanah Belum ‘Bebas’ di Tol Soker

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Sedikitnya 280 bidang tanah di Kabupaten Sragen belum berhasil dibebaskan untuk proyek Tol Solo-Kertosono (Soker). Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kabupaten Sragen terus berupaya membebaskan lahan tambahan proyek tol bagian dari Trans Jawa tersebut. Lahan yang belum dibebaskan tersebar di Kecamatan Ngrampal, Gondang, dan Sambungmacan. 

Sekretaris P2T Sragen, Wahyu Dwi Hari Prasetyo kepada wartawan Senin (23/4) mengatakan, total lahan tambahan yang harus dibebaskan adalah sebanyak 830 bidang. Dari jumlah itu yang sudah dilakukan pembayaran sekitar 550 bidang tanah, sementara lainnya menunggu pembayaran karena sudah sepakat harga.

Menurut Wahyu, kendati masih ada lahan yang dibebaskan, P2T menargetkan musyawarah ganti rugi bisa dituntaskan pada bulan April. Selanjutnya penyelesaian pembayaran uang ganti rugi ditargetkan tuntas bulan depan (Mei). "Target pembayaran uang ganti rugi sesegera mungkin. Mudah-mudahan bulan Mei sudah terbebaskan semua," ujarnya.

Wahyu menilai belum tuntasnya pembebasan lahan tambahan tidak mengganggu pengerjaan fisik overpass tol Soker. Sebab lahan tambahan tersebut sudah disewa oleh investor, utamanya yang telah disetujui ganti ruginya. "Yang belum terbebaskan di beberapa desa seperti Bandung, Toyogo, Kebonromo, dan Gringging. Ada yang menolak ganti rugi, tapi tidak sampai menggugat," jelasnya.

Sementara personel bantuan teknis Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Pengadaan Tanah Jalan Tol Solo-Mantingan II, Dwi Heri Widyatmoko menambahkan, agenda pembebasan lahan tinggal di wilayah Sragen timur. Dari ratusan bidang tanah tambahan yang harus dibebaskan, mayoritas sudah dilakukan musyawarah nilai ganti rugi dengan pemiliknya. Tinggal 101 bidang tanah di Kebonromo yang menunggu jadwal musyawarah.

Dia merinci lahan tambahan jalan tol Soker terbentang di 19 desa di enam wilayah kecamatan. Sedangkan lahan utama tol Soker yang dibebaskan sebelumnya terbentang di 21 desa di enam wilayah kecamatan. Terkait anggaran pembebasan lahan tambahan, hampir mendapai Rp 200 miliar. Dana sebesar itu diperuntukkan pembebasan lahan tambahan yang luasnya sekitar 18 hektare. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI