297.000 Penerima JKN Tak Tepat Sasaran

Editor: Ivan Aditya

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Menyusul gelaran musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) kabupaten Tahun 2018 Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menyoroti secara tajam mutu pelayanan kesehatan di daerah tersebut. Dinas/instansi atau OPD terkait dinilai tidak mempunyai program penanganan kasus  gondok dan kretin serta gizi buruk balita.

Saat membuka Musrenbangkab 2018 di pendapa Rumdin Bupati Wonogiri, Rabu (21/03/2018) bupati mengungkapkan, angka penderita gondok dan kretin di kabupaten itu masih tinggi yakni mencapai 1.037 orang. Sedangkan jumlah balita di Wonogiri yang berpotensi mengalami gizi buruk ada kisaran 2.500 balita.

"Tidak ada program untuk penanganan gondok-kretin dan gizi buruk. Ada masalah atau data seperti ini tapi tidak ada rencana program jangka pendek, menengah, atau panjang," tandas Bupati Joko di depan ratusan peserta Musrenbang Kabupaten yang juga dihadiri Ketua DPRD Wonogiri serta utusan Bappeda Provinsi Jawa Tengah.

Penyakit gondok-kretin maupun gizi buruk menurutnya identik dengan kemiskinan. Jika hal itu didiamkan, jajaran Pemkab Wonogiri pasti akan dituding tidak bertanggung jawab. Dia menargetkan, sebelum Hari Jadi ke-277 Kabupaten Wonogiri atau tepatnya 19 Mei mendatang seluruh pengidap penyakit gondok dan kretin  sudah dioperasi.

Problem lain yang masih dialami Pemkab Wonogiri saat ini disebutkan bupati adalah data mengenai kemiskinan yang tidak valid. Dia mencontohkan, jumlah warga yang terproteksi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) di Wonogiri mencapai 367.000 orang.

"Namun  yang tepat sasaran hanya sekitar 70.000 orang. Ini artinya iuran JKN sebagian besar justru  dinikmati orang mampu," papar Bupati Joko sembari minta pihak terkait harus melakukan pendataan ulang secara akurat. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI