3 Obyek Wisata Ini Rawan Penyebaran AIDS

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mewaspadai tiga lokasi yang berpotensi menjadi penyebaran penyakit AIDS. Ketiga lokasi yang diawasi ketat tersebut masing-masing kompleks wisata Gunung Kemukus, wisata pemandian air panas Bayanan dan Pasar Nglangon.

 

Bahkan pemkab telah menggelar tes 'Voluntary Conseling and Testing' (VCT) di ketiga lokasi tersebut. Hasilnya jumlah penderita AIDS terus meningkat. Data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sragen, penderita AIDS tercatat sebanyak 602 orang pada tahun 2016, melonjak dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 552 orang.

Mengingat penyebaran penyakit mematikan ini makin mengkhawatirkan,Pemkab Sragen akan merombak total pengelolaan ketiga lokasi tersebut agar praktik prostitusi ilegal bisa hilang. "Kami sudah membentuk tim khusus untuk menata ulang ketiga lokasi. Targetnya, praktik prostitusi harus hilang secepatnya. 'Detail engineering design' (DED) pembangunan tiga lokasi itu sudah kami buat," ujar Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, usai menghadiri seminar HIV/AIDS di aula Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen, Kamis (1/12).

Menurut Yuni, tim khusus yang dibentuk itu akan bertugas membuat program serta perencanaan pembangunan. Kompleks wisata Gunung Kemukus misalnya, nanti akan dijadikan menjadi pusat wisata religi dengan mengedepankan kajian agama. "Meski tidak mudah memberantas penyakit masyarakat di Kemukus, tapi kami komitmen untuk membenahi. Paling nggak penataan ulang harus dilakukan agar praktik prostitusi bisa hilang," jelasnya.

Terkait keberadaan tempat hiburan karaoke yang menjamur di Gunung Kemukus, Yuni mengaku hal ini masih dalam kajian oleh tim. Apakah nantinya tempat karaoke itu akan dilarang dan penghuninya diberdayakan di bidang ekonomi yang lain, hal ini masih terus dikaji. "Kami masih mencari formula yang tepat agar tempat hiburan itu bisa dialihkan, sementara penghuninya tidak kehilangan mata pencaharian," tandasnya.

Sedangkan untuk wisata Bayanan dan Pasar Nglangon yang masih terjadi praktik prostitusi terselubung, lanjut Yuni, nantinya juga akan ditata ulang. Pasar Nglangon akan dijadikan sebagai pusat jual beli barang antik dan etnik khas Sragen. Sementara wisata Bayanan akan dikembalikan mejadi pusat wisata air panas yang sesungguhnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI