322 Jemaah Haji Karanganyar Risiko Tinggi

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Dari 468 jemaah calon haji (calhaj) Kabupaten Karanganyar, 322 diantaranya berkategori risiko tinggi (risti). Rinciannya, 126 jemaah risti karena usia dan 166 jemaah rentan sakit.

“Terdapat dua risti, yakni usia di atas 50 tahun dan karena penyakit tertentu yang diderita jemaah menyebabkan aktivitas beribadah haji mengancam kesehatannya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Cucuk Heru Kusumo kepada KR

, Selasa (9/8).

Catatan kesehatan masing-masing jemaah dipegang Tim Petugas Haji Daerah (TPHD) dan Tim Petugas Haji Daerah (TPHI) yang bertanggungjawab mendampingi jemaah selama menjalankan rukun Islam kelima itu. Petugas pendamping diminta fokus pada kondisi jemaah dan kesulitan yang bakal mereka hadapi di Tanah Suci.

Dalam hal ini, lima petugas bertugas mendampingi 468 jemaah yang terbagi kelompok terbang (kloter) 20 sebanyak 352 orang dan kloter 56 sebanyak 116 orang. Mereka berangkat dari embarkasi haji Donohudan, dimana kloter 20 pada 16 Agustus pukul 21.25 WIB sedangkan kloter 56 pada 31 Agustus pukul 01.30 WIB.

Kepala Bagian Kesra Setda Karanganyar, Sugeng Raharto mengatakan lima petugas pendamping haji tersedia tiap kloter terdiri dokter, perawat, ketua kloter dan pembimbing ibadah. “Bekal jemaah sudah disiapkan termasuk keperluan kesehatannya. Meski sudah disiapkan obat, vitamin, masker namun jemaah perlu mempersiapkan fisiknya. Banyak minum. Suhu ekstrem di atas 40 derajat mengancam kesehatan jemaah,” ujar Sugeng di sela pamitan haji di pendopo rumah dinas bupati.  

Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Karanganyar, Museri mengatakan 468 jemaah calhaj terdiri 448 orang dari daftar reguler ditambah 21 lansia dan pendamping, seorang cadangan dan tiga petugas pendamping.

“Dari jumlah tersebut ternyata dua orang mutasi ke Semarang. Kemudian jemaah menunda keberangkatan karena sakit dan seorang lagi memutuskan tidak berangkat karena menunggui istrinya yang sakit. Hasil akhir 468 jemaah berangkat,” katanya.

Saat di asrama haji nanti, jemaah bakal memperoleh uang pengembalian ongkos pembuatan paspor Rp 360 ribu dan living cost 1.500 real dalam bentuk pecahan. (M-8)

BERITA REKOMENDASI