40-an Eks Warga Magersari Siap Masuk Pasar Nglano

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pemerintah Desa Ngijo, Tasikmadu merasa khawatir prostitusi terselubung Dangkrong Indah (DKI) bakal marak lagi dengan pembukaan los baru Pasar Nglano. Los tersebut nantinya dipakai berdagang eks warga magersari Rt 04, 05 dan 12 Rw V Dukuh Nglano, Desa Ngijo yang dulunya gemar melayani praktik ‘esek-esek’.

“Kami sudah tahu rencana Pemkab akan memberi kesempatan berdagang warga eks magersari itu. Hanya saja, khawatir juga kalau prostitusi Dangkrong yang sempat tutup usai pembangunan Pasar Nglano, malah buka lagi karena diberi tempat jualan,” kata Kades Ngijo, Suwarso kepada wartawan, Senin (18/12/2017).

Tempat jualan baru bagi eks warga magersari itu berupa los di lokasi paling belakang pasar tradisional itu. Los dapat menampung hingga 40 pedagang di petak-petak. Los ini berpenutup atap pintu di sekelilingnya. Suwarso berencana menanyakan hal itu ke instansi terkait.

“Kebetulan besok atau lusa ada pertemuan di Disperindagkop. Akan saya tanyakan hal itu. Bagaimana sebenarnya rencana ke depan. Bagaimana cara Pemkab mengatasi jika aktivitas itu (prostitusi) bangkit lagi?” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki mengatakan paket pembangunan pagar Pasar Nglano dan los senilai Rp 550 juta rampung. Rencananya, pembagian jatah los usai rekanan melakukan serah terima hasil pekerjaan ke Pemkab.

“Kemungkinan awal Januari 2018 sudah bisa dipakai pedagang,” katanya.

Ia tak menampik pengisi los dulunya warga yang tinggal di kawasan eks prostitusi DKI. Rumah-rumahnya didirikan secara ilegal di kompleks pasar tradisional itu sebelum direvitalisasi. Pemanfaatannya juga melanggar susila.

“Intinya, jangan membiarkan mereka bermukim di pasar. Losnya dibuat terbuka. Tidak bersekat apalagi berpenutup seperti kios," katanya.

Berdasarkan catatan KRJOGJA.com terdapat sekitar 40 dari 73 pengajuan berdagang di los tersebut, relatif memenuhi syarat. Mereka diminta mengajukan ke bupati terkait permohonan pemanfaatan los itu.

"Dari pengajuan itu akan diketahui identitasnya dan tempat tinggalnya. Apakah masih di Rt 04, 05 dan 12 Rw V Dukuh Nglano atau tidak. Jika masih di sana, tidak akan disetujui karena dikhawatirkan menjadi alasannya bermukim," katanya.

Dikatakannya, tidak ada pengawasan khusus los tersebut. Pedagang lain dan masyarakat diminta responsif saat menyaksikan aset pemerintah itu disalahgunakan. (Lim)

BERITA REKOMENDASI