40 Persen Irigasi di Wonogiri Rusak

Editor: KRjogja/Gus

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Hampir separoh atau tepatnya 40 persen saluran irigasi daerah di Wonogiri dalam kondisi rusak. Karena kerusakan itu mengakibatkan produksi pertanian pangan tidak optimal. Sementara anggaran daerah melalui APBD kabupaten untuk perbaikan sarana irigasi yang rusak tidak ada. Pemkab Wonogiri khususnya Bidang Sumberdaya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum setempat hanya mengandalkan bantuan pemerintah pusat.

“Ada 403 jaringan irigasi di Wonogiri namun hanya 60 persen yang baik, artinya sekitar 40 persen lainnya rusak,” ungkap Kabid SDA Dinas Pekerjaan Umum Wonogiri, Bowo Dwi Hartono ST MT saat ditemui KR di kantornya, Kamis (6/8).

Menurut dia, total 403 daerah irigasi itu mengairi lahan pertanian seluas 28.785 hektare. Untuk memperbaiki irigasi yang rusak, kata Bowo, idealnya dibutuhkan dana rata-rata Rp 10-15 juta per hektare atau total Rp 287,8 miliar lebih. “Satu-satunya sumber dana perbaikan hanya dari pusat (pemerintah) itupun besarnya bantuan tidak seberapa,” papar Kabid SDA Dinas Pekerjaan Umum Wonogiri sembari menambahkan APBD Wonogiri tidak menganggarkan untuk program tersebut.

Di bagian lain Bowo menyebutkan tahun 2020 ini APBN menggelontorkan dan hibah rehab irigasi tersier bagi 42 kelompok tani atau Klomtan di daerahnya. Setiap klomtan, tutur dia, mendapat bantuan Rp 195 juta yang langsung dikirim ke rekening Klomtan.

“Tahun 2019 lalu hanya ada 20 kelompok tani yang mendapat namun 2020 ini naik 100 persen lebih, ini karena Wonogiri dinilai berhasil dalam pelaksanaan program,” ujar Bowo. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI