40 Staf Pemkab Karanganyar Dilatih Kelola Aset Daerah

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Tidak mau dianggap ceroboh mengelola kekayaan daerah, Pemkab Karanganyar makin serius menata catatan asetnya. Satu diantaranya dengan membekali pengetahuan khusus tentang hal itu bagi 40 personel abdi praja.

Selama 10 hari, para personel calon pengelola kekayaan Pemkab Karanganyar ini diberi pelatihan dalam program diklat teknis pengelolaan aset daerah kerjasama pemkab setempat dengan Pemprov Jawa Tengah di Sondokoro, Tasikmadu, 29 Agustus-9 September 2016. “Para peserta diklat ini nantinya diandalkan menata catatan aset daerah di seluruh instansi pemerintah kabupaten. Diharapkan, pelaporannya ke BPK menjadi tertib administratif,” ujar Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo kepada KR, Rabu (31/8).

Pemkab tak mau kasus aset siluman muncul lagi seperti yang dialami Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), dimana kekayaan Rp 4,4 miliar belum terlacak. Indikasinya terdapat barang inventaris namun tak dilengkapi dokumen pendukung maupun sebaliknya. Ini meliputi peralatan kantor, gedung, tanah sampai kendaraan bermotor. Selain menerjunkan calon pengelola aset profesional, Pemkab berusaha melegalisasi keabsahan aset berwujud tanah yang tersebar di 17 kecamatan. “Sudah tersertifikat 460 bidang tanah. Kalau tidak cepat-cepat diproses ke BPN, takutnya menjadi polemik di kemudian hari,” terangnya.

Mengenai aset siluman senilai Rp 4,4 miliar di Disdikpora, Wabup berharap pelimpahan personel, pendanaan, sarana dan prasarana serta dokumen (P3D) SMA/SMK ke Pemprov mampu mengurai problem itu. “Jika catatan betul, maka bisa menyelamatkan aset negara,” jelasnya. (M-8)

 

BERITA REKOMENDASI