50 Desa Endemis DBD-Cikungunya, Masyarakat Digerakkan Serentak PSN

Editor: Agus Sigit

KARANGANYAR, KRjogja.com – Sebanyak 50 desa/kelurahan di Kabupaten Karanganyar masuk daerah endemi demam berdarah dengue (DBD) dan cikungunya. Masyarakat di puluhan desa itu diimbau mengikuti gerakan Sergap Nyamuk.

Gerakan itu berisi tindakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak dan kontinyu. Merujuk data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, 50 desa endemi itu memiliki riwayat pasien terjangkit maupun meninggal dunia dalam tiga tahun terakhir dan berturut-turut. Hingga pekan ke-40 2021, ada 235 kasus DBD di Kabupaten Karanganyar. Dua kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Sedangkan kasus cikungunya dalam periode yang sama sebanyak 190 kasus juga dengan 2 kematian.

“Sergap Nyamuk memberdayakan masyarakat untuk PSN. Minimal mengerjakan di lingkungan rumah sendiri. Gerakan ini harus serentak, terjadwal dan kontinyu. Jangan beri kesempatan nyamuk berkembang biak,” kata Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Karanganyar Winarno, Senin (1/11).

Keberhasilan Sergap Nyamuk tergantung kontribusi masyarakat setempat. Parameternya pada jumlah jentik nyamuk yang terdeteksi di penampungan air. “Jika 95 persen terbebas dari jentik, bisa dikatakan gerakan ini berhasil,” katanya.
Sementara itu data menunjukkan pnyakit DBD ini ditemukan di semua kecamatan di Karanganyar, kecuali Jatipuro, Tawangmangu, Kerjo, dan Jenawi.

Sementara itu, untuk cikungunya kasus di Karanganyar hingga pekan ke-40 sebanyak 190 kasus dengan 2 kematian. Namun penyakit ini hanya ditemukan di Puskesmas Tasikmadu, Puskesmas Mojogedang 2, Puskesmas Colomadu 1, Puskesmas Kebakkramat 1, dan Puskesmas Karanganyar. Kasus paling tinggi ditemukan di Puskesmas Tasikmadu dengan 69 kasus.

BERITA REKOMENDASI