50 Persen Anak di Sragen Telah Kantongi KIA

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen telah mencetak setidaknya 125 ribu Kartu Identitas Anak (KIA) hingga awal 2020. Jumlah sebanyak itu sudah mencakup sekitar 50% anak yang ada di Kabupaten Sragen. Pada akhir tahun ini, diharapkan sudah sekitar 75% anak yang memiliki KIA.

“Kami sudah mencetak dan mendistribusi sekitar 125 ribu KIA dan sampai sekarang masih terus berjalan dan tidak ada kendala,” ujar Kepala Dispendukcapil Sragen, Haryatno Wahyu Lwiyanto Rabu (19/02/2020).

Menurut Wahyu, selama ini pembuatan KIA adalah salah satu bentuk pelayanan yang jumlah pemohonnya termasuk terbanyak selain pembuatan KTP dan akte kelahiran. Petugas juga melakukan pelayanan jemput bola pembuatan KIA, baik ke desa-desa atau ke sekolah-sekolah.

Pembuatan KIA ini, jelas Wahyu, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Sehingga nantinya setiap anak memiliki KIA dan sudah bisa diketahui data kependudukaan anak dan keluarganya. Seperti nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarganya. “Kalau sudah ada KIA harapannya tidak perlu lagi memakai akte kelahiran kalau pas mendaftar sekolah,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, pelayanan jemput bola yang dilakukan, masyarakat Sragen bisa mengakses semua layanan administrasi kependudukan. Mulai KTP, KIA, akte kelahiran dan lainnya. Termasuk ada tim yang melakukan sosialisasi dan edukasi bagaimana mudahnya pelayanan administrasi kependudukan beserta syarat-syaratnya.

Sepanjang tahun ini, dijadwalkan setidaknya 160 kali layanan jemput bola ke 20 kecamatan serta ke desa dan kelurahan secara bergantian. “Layanan jemput bola kami lakukan ke kecamatan dan desa atau kelurahan setiap Senin-Kamis. Hari Jumat tidak ada karena hari pendek,” tambah Wahyu.

Adanya layanan jemput bola ini, Dispendukcapil bisa menyisir semua kebutuhan masyarakat terkait tertib administrasi kependudukan. Target dari layanan jemput bola adalah masyarakat Sragen bisa 100% tertib administrasi kependudukan.

Dari layanan ini, juga ditargetkan meningkatkan pencapaian akte kematian. Pasalnya sampai saat ini baru sekitar 25% yang mengurus akte kematian. “Untuk administrasi kependudukan yang terendah di Sragen memang untuk akte kematian. Kalau akte kelahiran sudah diatas 95%,” tambahnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI