500 Mahasiswa Ikuti Bimtek Jasa Konstruksi di UNS

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Sekitar 500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Solo dan sekitarnya mengikuti bimbingan teknis bidang jasa konstruksi terkait kompetensi unggul di bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Pelatihan selama dua hari digelar di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, mulai Kamis (14/11).

Mahasiswa sebagai calon pekerja kontruksi wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja. Ini merupakan implementasi Undang-Undang Republik Indonesia No. 02 tahun 2017. "Peran mahasiswa sebagai penerus generasi konstruksi sangatlah penting, sehingga kami menginisiasi program bimbingan dan pelatihan Ahli K3 Konstruksi Muda," jelas Suradi, Direktur Keuangan dan SDM PT Brantas Abipraya (Persero).

Permasalahan K3 konstruksi, lanjut Suradi, seringkali menjadi penyebab banyaknya kecelakaan kerja seperti rendahnya pemahaman dan kepekaan terhadap bahaya dan risiko konstruksi. Untuk menekan angka kecelakaan kerja, perlu ada sosialisasi bagi mahasiswa sebagai calon tenaga kerja bersertifikat.

"Jadi nantinya para mahasiswa ini akan siap mengikuti uji sertifikasi pekerja konstruksi yang diwajibkan untuk para pekerja," jelas Suradi. Sebelumnya PT Brantas Abipraya (Persero) telah menggelar kegiatan serupa di Malang. Di sana telah menerbitlan lebih dari 1000 lembar sertifikat.

Mahasiswa yang mengikuti bimbingan teknis bidang jasa konstruks selain dari UNS yakni Universitas Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Sahid Surakarta, Universitas Setia Budi, Universitas Islam Batik dan Universitas Slamet Riyadi.

Sementara Kimron Manik, Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan Kementerian PUPR menambahkan bahwa sertifikasi bagi mahasiswa sangat penting karena menjadi nilai tambah jaminan pencari kerja. Namun mahasiswa harus menjaga kesehatan karena di bidang konstruksi membutuhkan kondisi sehat. "Jadi ketika jadi mahasiswa jangan banyak begadang, merokok dan makan mie instans."-(Qom)

 

 

UNS

BERITA REKOMENDASI