530.02 Km Jalan di Karanganyar Rusak

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dari 1.046,51 kilometer jalan yang berada di bawah kewenangan Pemkab Karanganyar, sekitar 530.02 kilometer jalan di Karanganyar rusak. Banyak faktor menjadi penyebab, satu diantaranya lalu lintas truk bermuatan lebih.

“Perbaikan jalan rusak memang ada di DPU. Namun untuk penertiban penyebabnya, yakni salah satunya pelanggaran tonase, ada di personel LLAJ,” katanya Kabid Bina Marga DPUPR Karanganyar, Margono di kantornya, Selasa (16/02/2021).

Ia menyebut diantara penyebabnya lalu lintas truk tangki air bersih yang melintasi wilayah Ngargoyoso dan Jenawi. Kerusakan aspal menjadi pemandangan biasa di area yang dilintasi.

“Aspalnya bergeser saat truk mengerem. Kalau mau jalannya tetap bagus harus ditambah lapisannya atau ganti ke beton. Yang ada saat ini, hanya ditambal sulam saja oleh UPT DPU Kecamatan,” lanjutnya.

Sementara itu Kasi Lalu Lintas Dishub PKP Karanganyar, Bambang Prasetyo tak memungkiri banyak pelanggar tonase lolos dari pengawasan petugas. Ia menyebut regulasi kurang menegaskan ranah penindakannya. Selain itu, sarana prasarana penindakan juga kurang layak.

“Untuk bisa menindak pelanggaran tonase, harus ada jembatan timbang. Atau minimal timbangan portabel. Ranah jembatan timdang dari provinsi, sudah diambil alih pusat. Sedangkan jembatan portabel, kita tidak punya. Dinas Perhubungan provinsi pun hanya punya tiga atau empat unit. Itu pun mobilitasnya dibagi ke 35 kabupaten/kota,” katanya.

Praktis untuk penindakan kelebihan muatan sulit dilakukan. Sebenarnya, Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polres Karanganyar bisa menindaknya namun menyasar pelanggaran rambu. “Di beberapa ruas jalan sudah dipasang rambu larangan truk melintas. Jika ada yang melanggar, itu bisa ditindak. Tapi itu kewenangan Satlantas. Nah, masalahnya tidak setiap saat petugas berada di lokasi tersebut untuk menangkap tangan pelanggar,” katanya.

Secara kasat mata, truk-truk pengangkut galian C dan jualan air bersih melanggar aturan tonase. Ia menyontohkan, truk pengangkut air selalu mengisi penuh muatannya sampai 7 ton dari berat ideal 4 ton.

“Belum ada regulasi mana saja truk boleh lewat dan tidak. Bahkan embrio penataan rute truk di Subosukowonosraten belum disepakati,” katanya.

Meski demikian, perbaikan jalan di kawasan industri sudah menyesuaikan lalu lintas truk, misalnya di Dagen, Jaten yang memiliki jalan berlapis beton. (Lim)

BERITA REKOMENDASI