6.000 UMKM Sragen Dibuatkan Wadah Jualan Digital

Editor: Agus Sigit

SRAGEN, KRJOGJA.com – Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono mendorong pemkab setempat membuat program digitalisasi sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Terbentuknya wadah digital khusus akan membantu kelancaran penjualan produk UMKM di Sragen.
Dengan wadah tersebut, ribuan UMKM di Sragen bisa terbantu dan produk jualan mereka memiliki kans lebih besar untuk laku. “Di Sragen, ada 6.000 UMKM lebih. Mereka semua pasti punya HP. Jadi kami mendorong terbentuknya digitalisasi untuk UMKM atau semacam wadah dan semua UMKM bisa gabung kesitu dan pasti ebih laku,” ujar Untung saat menghadiri acara penerapan digitalisasi produk di Aula Sukowati Pemkab Sragen, Senin (27/6/2022)
Menurut Bupati Sragen periode 2001-2011 ini, penggunaan teknologi digital adalah sebuah keniscayaan di era teknologi informasi seperti sekarang. Hampir semua sektor yang berkaitan dengan transaksi, sudah menerapkan digital. Untuk UMKM, nantinya teknologi digital didorong untuk sistem pemasaran atau marketing produk berikut sistem pembayarannya.
Setelah nanti dibuatkan market place semacam Bukalapak atau Lazada, pemasaran UMKM yang ada di Sragen diharapkan bisa lebih optimal. “Nanti semua UMKM bisa masuk dan memasarkan produknya. Kemudian kalau ada yang perlu misalkan batik, tinggal transaksi online dan tinggal dikirim. Jadi wadah ini bisa diakses semua UMKM dan umum. Sehingga akan lebih maksimal karena aksesnya internasional,” terangnya.
Kelebihan lainnya, market place digital itu nantinya juga terintegrasi dengan layanan lain di Pemkab Sragen. Selain itu, dengan teknologi nantinya sistem digitalisasi untuk UMKM itu juga didesain bisa terakses sekalipun di wilayah yang sulit sinyal. “Nggak perlu pakai atau tergantung sinyal, karena bisa pakai wireless. Semua dinas nanti juga tergabung di situ atau terintegrasi. Misal perizinan atau pajak sudah langsung terkoneksi. Jadi akan lebih efektif,” jelasnya.
Ditambahkan Untung, penerapan digitalisasi diyakini akan banyak memberikan kemudahan dan keuntungan. Selain produk lebih mudah dikenal dan peluang laku lebih besar, proses transaksi juga lebih aman karena menerapkan online.
Ia menggambarkan seperti di koperasi yang dirintisnya, kini semua transaksi dengan nasabah baik pencairan kredit maupun angsuran sudah mulai menerapkan e-payment atau transaksi online. “Jadi nasabah koperasi saya, ambil dan angsuran nggak perlu lagi datang. Petugas juga tidak perlu nagih. Semua sudah pakai transaksi online dengan e-payment. Lebih aman dan praktis,” ujarnya.
Selain pengembangan UMKM, teknologi digital juga diharapkan digenjot untuk sektor termasuk pendidikan. Sebab di beberapa perguruan tinggi di negara maju, seperti Singapura dan Amerika, semua sudah menerapkan sistem digital melalui e-learning. “Perguruan Tinggi di Singapura sudah pakai ini (e-learning), Malaysia juga, bahkan Harvard University juga pakai,” tandasnya.
Terlebih Sragen sudah merintis sebagai kabupaten Smart City sehingga diyakini tidak akan kesulitan menerapkan. Sejauh ini bahkan sudah beberapa layanan di dunia pendidikan yang menerapkan seperti pada proses sertifikasi guru. “Untuk di sekolah, harapan kami penekanan di jenjang SMP dulu. Kalau di SD mungkin agak kesulitan karena harus menyesuaikan gadgetnya apa dan sebagainya. Tapi secara prinsip ini era teknologi dan semua harus menyesuaikan. Dari dulu kami sudah awali. Sekarang tinggal melanjutkan dan mengembangkan lebih maju lagi,” tambahnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI