6 KK di Kerjo Mengungsi, 8 KK di Karangpandan Cemas

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Rekahan tanah di wilayah Kecamatan Kerjo memaksa enam KK Rt 04/Rw IV Dusun/Desa Plosorejo mengungsi. Alur longsor yang menjalar ke Gondang Gentung, Karangpandan juga mengancam keselamatan delapan KK.

Ditemui di rumahnya, Ketua RW IV Dusun Plosorejo, Sumardi mengatakan 25 jiwa di enam KK tersebut pindah ke tempat sanak saudaranya sejak Minggu (4/12/2016). Mereka khawatir bakal menjadi korban bencana alam seiring pergerakan tanah yang kian intens. Sumardi dan keluarganya juga memutuskan pindah dengan alasan sama.

“Pemerintah sudah lama menyarankan pindah ke tempat lebih aman. Warga lain sudah mengungsi, karena mereka memiliki rumah di tempat lain. Tapi hanya rumah ini yang saya miliki,” ujarnya seraya menyebut lantai rumahnya ambles sampai 30 sentimeter, Kamis (15/12/2016).

Saat ini, enam rumah milik warga pengungsi mulai dirobohkan secara mandiri. Mereka akan memakai kembali material rumah bongkaran untuk membangun rumah di lokasi lain. Sumardi berharap pemerintah membantu relokasi dirinya dan keluarga.

Sementara itu Kasie Kesejahteraan Desa Plosorejo, Margono mengatakan tanah ambles selain merusak hunian juga mengganggu akses transportasi antardusun. Terjadi pergeseran tanah di jalan sepanjang 30 meter.

“Perangkat desa diminta memantau kerawanan bencana di Plosorejo. Langkah antisipasi harus segera dilakukan saat turun hujan deras dan muncul gejala longsor,” jelasnya.

Tak semua warga di wilayah rawan bersegera menyelamatkan diri. Persoalan lain muncul di tanah kas desa yang juga rawan ambles. Padahal tanah kas desa diandalkan menjadi tempat relokasi.

“Kalau tidak relokasi secara mandiri, apakah menunggu bantuan pemerintah yang sampai saat ini belum jelas? Harapannya, kebutuhan membangun dari pemerintah kabupaten karena warga sudah mau menyediakan lahannya,” terangnya.

Sementara itu delapan KK di area kritis pergerakan tanah di Gondang Gentung, Karangpandan memilih bertahan di rumahnya. Camat Karangpandan, Aji Pratama Heru mengatakan, lokasi pengungsian disiapkan di Balai Desa Nigasan.

“Kebetulan ada relawan tinggal di Gondang Gentung yang siap sewaktu-waktu mengarahkan warga di saat kritis. Pengungsian juga sudah siap. Warga sebenarnya cemas, namun mereka merasa kalau mengungsi sekarang masih terlalu dini,” terangnya. (R-10)

 

BERITA REKOMENDASI