60 Persen Perusahaan di Sragen Belum Ikut BPJS

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Sekitar 60 Persen perusahaan di Kabupaten Sragen belum mengikutkan karyawannya program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), baik kesehatan maupun ketenagakerjaan. Tercatat baru tiga perusahaan besar yang sudah tuntas mendaftarkan karyawannya ikut BPJS.

Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sragen, total terdapat 569 perusahaan kecil dengan jumlah pekerja kurang dari 2987 orang. Untuk 102 perusahaan sedang dengan jumlah pekerja 689 orang dan 20 perusahaan besar dengan jumlah pekerja 8.242 karyawan.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Lindung, Disnakertrans Sragen, Sunindar menyampaikan jumlah karyawan atau  buruh formal di Sragen mencapai 21.000 jiwa. Mereka wajib mendapatkan jaminan baik dari BPJS kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan. "Lebih dari setengah perusahaan belum tuntas mendaftarkan karyawannya di BPJS, sekitar 60 persen," ujarnya.

Menurut Sunindar, merampungkan pendaftaran BPJS sebenarnya relatif mudah. Masalah perusahaan rata-rata terkait biaya yang memang tidak sedikit untuk mendaftarkan karyawannya ikut BPJS. "Biasanya perusahaan berdalih dana yang harus dikeluarkan cukup banyak jika ikut BPJS. Tapi kami terus dorong perusahaan untuk ikut BPJS," jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Disnakertrans Sragen, Darmawan menambahkan, jaminan tenaga kerja sudah dilindungi Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 24 Tahun 2011. Pihaknya bekerjasama dengan Kejaksan Negeri (Kejari) Sragen membentuk tim agar perusahaan segera merampungkan pendaftaran karyawannya di BPJS. Tim tersebut diketuai oleh Kajari Sragen.

Darmawan menyampaikan, saat ini pihaknya fokus pada perusahaan besar dan sedang dahulu untuk program BPJS. Sedangkan perusahaan kecil sedikit diabaikan karena jumlah karyawan yang sedikit. "Kategori perusahaan besar yakni  memiliki karyawan lebih dari 100 orang. Perusahaan sedang antara 99-25 orang dan perusahaan kecil kurang dari 25 orang," tambahnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI