64 Peserta Ikuti Turnamen Biliar

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – DPRD Kabupaten Karanganyar menggelar turnamen biliar dalam rangka HUT ke-17. Turnamen ini diikuti 64 peserta as Solo dan sekitarnya. Mereka bertanding di kelas Handicap 4+ dengan sistem pertandingan dobel eliminasi.

Permainan yang dipertandingkan adalah nine ball. Selain kelas Handicap 4+, juga digelar pertandingan ekshibisi yang diikuti 32 peserta perwakilan dari instansi pemerintah dan elemen masyarakat. Total hadiah Rp 10 juta dan trophy disiapkan panitia untuk empat pemain terbaik, serta 12 peserta yang masuk 16 besar.

Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo mengatakan, biliar merupakan olahraga yang penuh tantangan karena memerlukan keahlian otak dan keterampilan tangan. Selain itu olahraga biliar ini juga tanpa ada batasan usia.

“Biliard ini cabang olahraga yang menantang sebab memerlukan keahlian otak dan keterampilan tangan, dan pastinya tidak ada batasan usia,” jelasnya usai membuka turnamen biliar, Jumat (29/10/2021).

Bagus Selo sepakat olahraga biliar ini agar terus dikembangkan dengan menjaring atlet-atlet berprestasi dari Karanganyar. Kedepannya event seperti ini bisa ditingkatkan, dan menjadi olahraga prestasi sama dengan cabang yang lain.

“Biliar juga bisa menjadi ajang hiburan bagi masyarakat yang selama ini harus dibatasi kegitannya karena pandemi Covid-19,” lanjutnya.

Dirinya mendukung penuh turnamen yang digelar di kompleks Pujasera Karanganyar. Dengan begitu juga membangkitkan kuliner yang berada di lokasi tersebut. “Pusat kuliner jadi ramai kembali dan bisa membangkitkan perekonomian para pedagang di Pujasera,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Persatuan Olahraga Biliard Seluruh Indonesia (POBSI) Karanganyar Kiswadi Agus menambahkan, pihaknya berupaya mengenalkan sekaligus mengembangkan olahraga biliar.

Salah satunya dengan menggelar turnamen biliard dalam rangka peringatan HUT DPRD Karanganyar ke-70. Digelar selama tiga hari mulai 28-30 Oktober. “Animonya luar biasa. Selain diikuti peserta dari Soloraya,  ada juga dari luar seperti Grobogan,” ungkapnya.

Memperkenalkan olahraga biliar di Karanganyar banyak tantangannya. Karena olahraga ini harus memiliki skill dan konsentrasi tinggi. Biliar mengharuskan pemainnya mampu memukul bola yang benar dan akurat.

Tidak menutup kemungkinan, turnamen tersebut menjadi agenda rutin di rangkaian HUT DPRD tahun berikutnya, jika memang berdampak positif pada pembinaan atlet bola sodok di Bumi Intanpari. (Lim)

BERITA REKOMENDASI