68 Nama ‘Penggaduh’ Diserahkan ke Kejari

WONOGIRI (KRjogja.com) – Puluhan peternak sapi gaduhan di daerah Wonogiri ditengarai bermasalah. Untuk menyelesaikan penyimpangan yang terjadi sejak 2014 tersebut, Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakperla) Pemkab Wonogiri menyerahkan data ada sekitar 68 petani penggaduh (pemelihara) sapi bermasalah ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat untuk menagihnya.

Kejari Wonogiri Tri Ari Mulyanto SH MH yang dikonfirmasi wartawan, Senin (22/8/2016), membenarkan adanya kasus gaduhan sapi tersebut. "Benar kami menerima laporan adanya sejumlah peternak sapi gaduhan yang macet," ungkap Kajari.

Menurut dia, kejaksaan melalui Kasi Pidana Umum akan menindaklajuti pemeriksaan kasus  gaduhan sapi sistem bergulir (revolfing) dengan mengundang kedua belah pihak antara pengurus kelompok tani (Klomtan) dengan anggota kelompok yang diduga bermasalah untuk menyelesaikan masalah itu. "Dari pemanggilan kedua pihak itu akan bisa diketahui dimana akar masalahnya sehingga bisa diselesaikan baik-baik," lanjut  Tri.

Pejabat teras di Disnakperla Wonogiri yang keberatan ditulis jatidirinya menyebutkan, hingga akhir 2014 lalu ada 324 klomtan di 'Kota Sukses'  tercatat sebagai sasaran program sapi gaduhan yang dibiayai DAK, APBD Jateng serta APBD Wonogiri itu. Awalnya, kata sumber KRjogja.com, program itu menggulirkan 3.208 ekor sapi dengan ternak pokok 2.090 ekor. Dari angka tersebut, 699 sapi afkir, 595 sapi mati dan 666 sapi dijual penggaduh.

"Penyimpangan program sapi gaduhan memang kami laporkan ke Kejari karena termasuk tindak perdata, jika ada pemasukan dana dari hasil penjualan (sapi) masuk ke kas daerah sehingga memang harus ditangani kejaksaan," kata dia sembari mengakui pihaknya menyodorkan 68 nama peternak 'nakal' yang harus diperiksa Kejari. (Dsh)

 

BERITA REKOMENDASI